Daisypath Anniversary Years Ticker

Wednesday, December 2, 2009

THE TWILIGHT SAGA: NEW MOON


Ini bukan movie review ya.. :)

Gue inget tahun lalu Lya my sis in law heboh beli bukunya yang setebal bantal-bantal itu. Trus di tiap toko buku, status facebook, status friendster, blog, obrolan ABG dan non ABG, it's everywhere I go, Tetralogy Twilight itu jor-joran, abis-abisan, nampang dan majang dengan pede-nya. "Maaf ya, I don't even think about staying close to your book stack", kata gue waktu itu pada Stephenie Meyer dalam imajinasi gue.

But akhirnya gue nyerah juga waktu film New Moon dirilis di bioskop-bioskop. Karena belum pernah nonton Twilight, baca bukunya juga baru 3/4, jadi malem sebelumnya gue bela-belain nonton DVD-nya biar bisa rada-rada nyambung pas nonton New Moon. Eh eh, kok seru juga yaaa...

Edward Cullen ngga seganteng yang gue bayangin ah. Ternyata gue lebih suka ngeliat dia pas nggak jadi Edward Cullen. Abis pucet kayak orang kurang darah gitu, tapi bibirnya kayak pake Oriflame Dolce Vita yang Mistery Brown hehehe... Gue malah lebih suka sama pucetnya dia pas nggak bedakan dan lipstikan di Volturi (yang mau berjemur buat bunuh diri itu loooh.. yg celananya melorot dikit hihihi..). Pokoknya cakepan aslinya.

Liat deh, pucet dan berlipstik?

Now look at this, cakepan aslinya kan? Gak usahlah pake mata kuning-kuning gitu. Mata asli lo lebih keren, Rob.

Udah ah, intinya gue nggak nyesel nonton ni film. Dan sekarang (sekali lagi menyerah untuk) serius baca bukunya. Udah buku kedua neeh..!! 

Tambahan nih: Gue suka karakter Kristen Stewart. Suaranya ngebas, dan nggak menye-menye. Dulu waktu dia maen Panic Room, gue kira dia cowok. Trus Taylor Lautner si pemeran Jacob Black kok mirip-mirip si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata ya? hehehe.. 

And this, what a fresh blushing real face he got, hmmm..

Sumpe. Robertpattinsonkurangajargantengbanget.

2012


Been waiting for and finally I could see this breathtaking movie with my hubbie. Tadinya suami gue udah gak mau aja pas baca resensinya. "Ah, kirain film kiamat beneran.. Ogah ah, jadi males pas tau ada sekelompok manusia yang bisa selamat dan ngalahin kiamat." 

Huahahahaha... ada-ada aja. What do you expect from a Hollywood movie honey? It has to be so Hollywood of course. Ketika ledakan-ledakan vulkanik nggak bisa ngejar mobil Jackson Curtis (John Cusack), tapi bisa dengan cepat mengejar laju kecepatan pesawat, siapa yang bisa protes? Ketika pesawat Antonov yang gedenya ajegile itu rodanya copot saat lepas landas, tapi pilotnya tetep punya rencana isi bahan bakar sambil mampir di Hawaii, ya udaah, lupakan aja pertanyaan logika bagaimana pesawat raksasa itu masih bakal bisa mendarat dengan mulus di landasannya. Untung Hawaii-nya udah ancur juga, jadi tuh supir pesawat nan ganteng bisa ngeles ngomong, "yaaah.. Hawaii udah gak adaaa.."

Adegan dalam pesawat Antonov.

And this is the goof we really laugh at a lot. 

When Jackson shows his driver's license in Yellowstone Park, his name appears on the card as "Jackson, Curtis." It should be either "Curtis, Jackson" (Last name, First name) or be written without the comma. Hahahahahahaha...

Yaaah, namanya juga film. Yuk nikmatin aja. Katanya bakal ditarik dari peredaran. Tapi ternyata nggak tuh. Pasti seneng banget dah jaringan bioskop XXI sebagai distributornya. Film di bioskopnya laris manis tanjung kimpul. Yang beli karcis ampe berbelok-belok antriannya.

But still, we looove John Cusack. Heran, gak tua-tua itu orang. Eh salah, makin estewe makin keren aja tuh orang. Salah satu alasan akhirnya suami gue mau nonton juga akhirnya ya, karena yang maen si Mr. Cusack, hehehe.. plus ada Danny Glover segala.. Gue ama suami aja ampe bela-belain dateng ke mal sebelum mal buka, Sabtu 21 Nopember 2009 kemarin. Ngantri di bioskopnya sebelum bioskop buka. Dan dengan sukses dapet pemutaran paling 'pagi' jadi nggak usah nunggu waktu pemutaran di jam berikutnya. 

Yang mau cari hiburan, nonton deh. Yang mau bayangin kiamat nanti kayak gimana, (walaupun gue yakin di dunia ini nggak ada yang bisa menggambarkan hari kiamat dengan tepat) nonton deh. Yang jantungnya lemah, hmm.. jangan deh. Mending nonton film yang nggak memacu adrenalin, kayak Arthur atau Christmas Carol.

Next movie I watch: The Twilight Saga: New Moon.

 

Thursday, October 15, 2009

I LOVE CHOCOLATE!

Artikel lama dari KOMPAS.com. 

Sejak ratusan tahun lalu reputasi cokelat sebagai makanan pembangkit libido sudah dikenal orang. Raja-raja masa lampau juga diceritakan selalu minum cokelat setiap hari agar tetap perkasa untuk menggilir harem-haremnya yang berbeda setiap malam.


Menurut situs Wikipedia, kata cokelat berasal dari bahasa suku Aztec, xocoalt, yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Meksiko percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan cokelat yang berasal dari surga kepada mereka. Penakluk Aztec Hernando Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528. Oleh orang-orang Spanyol, minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Cokelat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda, dan Inggris.

Konon, di dunia ini rasa makanan yang paling digemari adalah cokelat. Tak heran bila cokelat kini mewujud dalam berbagai bentuk makanan, mulai dari es krim, kue, minuman, hingga susu. Tak sedikit pula orang yang ketagihan makan cokelat (chocolate craving).

Hal ini sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine, salah satu zat yang bersifat neurotransmiter yang berhasiat menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aprodisiak yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta (hati berbunga).

Perbaikan suasana hati, perasaan nyaman dan bahagia tadi pada akhirnya akan membangkitkan hasrat bercinta. Perempuan yang memakan cokelat mood-nya juga lebih baik karena kandungan magnesiumnya. Kandungan flavonoid dalam cokelat pun mampu melenturkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar, termasuk yang menuju organ seksual pria.

Karena itu, kunyahlah beberapa potong cokelat sebelum bercinta.

Ya ya ya, dengan senang hatiiii.. :)

Saturday, October 10, 2009

DESPERATE MEASURES

Beberapa hari sebelum ditanyangkan di Trans TV, gue udah liat iklannya dan pengen nonton. Tapiii.. malem banget, jam 23.00. Well, I know, I'm still awake at that time, but that's my online time, hehehe.. Nggak apa-apa deh, demi film bagus, gue relain melek depan TV setelah ngelonin suami. Ciyeeeh..
Gue dulu sempet suka banget ama film ini, tapi kok sayangnya nggak ke-save di memori sebagai film favorit.  Desperate Measures ini gue tonton kalo ga salah jaman kuliah dulu, tapi lupa ama siapa, kalo ngga salah sih nyewa dan nonton di rumah. Pas nonton lagi, aduh.. emang bikin geregetan deh penjahatnya. Kalo suka film action, trus sempet jalan-jalan dan nemu, ngga ada salahnya nih jadi koleksi.
Karena gak pinter bikin review, nih dia copy paste-nya dari internet movie data base, hehe.. 



San
Francisco police officer Frank Connor (Andy Garcia) is in a frantic search for a compatible bone marrow donor for his gravely ill son. There's only one catch the potential donor is convicted multiple murderer Peter McCabe (Michael Keaton) who sees a trip to the hospital as the perfect opportunity to get what he wants most freedom. With McCabe's escape, the entire hospital becomes a battleground and Connor must pursue and, ironically, protect the deadly fugitive who is his son's only hope for survival.

Frank Connor seorang petugas kepolisian San Francisco sedang kalut dalam mencari pendonor sumsum tulang untuk anaknya yang sekarat. Satu-satunya pendonor potensial yang didapat adalah terdakwa pembunuhan berantai Peter McCabe yang melihat perjalanan menuju rumah sakit sebagai kesempatan emas untuk mendapatkan kebebasannya. Dengan kaburnya McCabe, seluruh area rumah sakit berubah menjadi arena pertempuran dan Connor terpaksa dengan ironisnya melindungi buronan mematikan yang menjadi satu-satunya harapan hidup anaknya.

Nonton deh, kereeeeenn...

Tuesday, September 15, 2009

BUKBER, MOMENT NOSTALGIA :D


Lagi-lagi reunian. Seneeeeeng banget kalo moment ini udah dateng. Karena ramenya beda, nggak seperti ngumpul-ngumpul bareng temen yang ketemunya udah gede. Kalau reuni bareng temen masa kecil, ada kesan tersendiri karena gue tau tampang mereka waktu masih kanak-kanak, waktu masih keringetan dan bau matahari, waktu pipinya masih pada tembem dan muka bayi-nya masih belum hilang termakan usia.. Sigh, kadang ada rasa terharu juga ya mikir betapa umur bisa bikin kita keliatan berbeda (walaupun emang nggak berlaku buat sebagian orang yang mukanya dari dulu gitu-gitu aja, bersyukurlah kalian yang wajahnya awet muda hehe..) 

Gue jalan bareng suami jam 2 siang. Sampe Ratu Plaza jam 3, kita muter-muter dulu, ada yang mau dicari. Sempet ketemu sales yang ngajak maen undian kecil-kecilan dan katanya gue menang kompor listrik gitu. Aduh, males banget. Tapi pas tau harga kompor listriknya 9 jutaan, ya ngeces juga donk hahaha... Ternyata emang modusnya dari dulu gitu yaaa, bisa dapet kompor listrik trus ada bonus alat pelangsing perut seharga 5 juta, tapi syaratnya belanja satu barang senilai 4,9 juta.. mereka milihin panci presto. Hiks.. maaf ya mas, kita punya skala prioritas dan kebetulan panci presto belum masuk dalam skala prio kita. Jadi gagal deh marketing mereka, hehe.. 


Sampe Plaza Senayan, langsung naik ke lantai 2 menuju Bakerzin. Di sana udah ada Lucky, (the Event Organizer hehe..) ada Ari Joko (teman SMP gue yang udah bertahun-tahun nggak ketemu) bareng istrinya. Sempet mewek dikit saat gue pelukan ama si Lucky. Terbayang lagi wajah sang adik, Dian Widodo yang baru meninggal kurang lebih sebulan yang lalu. Semoga almarhum tenang di sisi Allah SWT.


Karena belum sholat, gue dan suami sholat Ashar dulu. Deket mushola suami gue ketemu teman-teman yang lain. Pertama Aan tiba sorangan. Terus ketemu Shinta bareng anak dan suami. Lalu Dietra dan rombongan dateng. Gue sih masih sholat. Trus kita ketemu Dewi Rachma & pasangannya. Cipika cipiki, trus gue ngasih tau kalo anak-anak udah pada ngumpul. Baru deh gue dan suami bergabung lagi di Bakerzin. Udah ada Heintje yang juga dateng sendiri kayak Aan. Nggak lama dateng Sohir bareng istri dan anak, juga Adan si penganten baru, bersama sang istri.



Dietra


Ki-Ka: suami gue, gue, suami Shinta, Shinta, Aan, Ari Joko, istri Ari Joko, Dewi, Heintje



Sohir dan istri
Btw, sedikit penjelasan nih:
Temen SD gue ---> Lucky, Dietra, Aan, Adan.

Temen SMP ---> Lucky, Dietra, Aan, Adan, Ari Joko, Shinta, Dewi, Sohir, Heintje.


Mulai deh haha hihi, ledek-ledekan, dan foto-foto tentunya. Lucky menjelaskan ke kita semua, terutama buat yang baru pertama kali ikutan bukber, bahwa tradisi bukber kayak gini udah mulai ada sejak orang pertama kali berpuasa jaman kita kuliah. Teman-teman yang merantau kuliah di Jakarta sepakat mengadakan acara bukber rutin, tapi ternyata nggak segampang itu menjalin komunikasi dengan teman-teman kita. Untuk itu dia kita pengen ini rutin diadain tiap tahun.
Lalu ada sesi perkenalan segala, satu persatu hahaha ade-ade aje.. Maksudnya biar yang udah mulai lupa jadi inget lagi, seperti, "OooO.. iya, ini kan si anu yang dulu suka anu.." plus aktifitas masing-masing kita sekarang. Seru juga.

Lucky ngusulin, suatu saat kayanya seru kalo kita traveling ke Sorong rame-rame naik kapal. Hmm.. buka puasa aja yang dateng cuma 15 orang buuu.. itu juga udah termasuk pasangan, hehehe.. jadi kita berdelapan cuma iya-iya aja biar nggak panjang ngebahasnya, hehe..


Setelah sholat maghrib, ada yang langsung pulang, ada juga yang balik lagi ke Bakerzin. Mulai deh bongkar-bongkar cerita jaman dulu. Ada cerita Ari yang jaman dulu suka nyanyi bareng Himawan di kelas tapi pelan-pelan banget takut ketauan yang lain. Ari yang nyanyi, Himawan yang maen gendang (properti gendangnya diganti pake meja yang dipukul-pukul, tentu mukulnya pelan-pelan juga hehe..). Ada cerita Lucky yang sering berantem ama gue, ada cerita Adan yang dulu dijulukin Poro Naga (perut naga) karena kalo nulis namanya di buku tulis selalu Ramadhan PN. Ada Aan yang dulu sering gue cubitin ampe biru-biru (maafkan daku, An..), trus ada Hence yang waktu itu baru pindah dari Ambon dan ditaksir sama cewek kelas sebelah. Juga jaman teman-teman ikutan ekskul PKS, trus nggak lupa diselingin mop/anekdot sebagaimana orang Papua kalo lagi pada ngumpul. Ngomongin guru-guru (maaf ya bu, pak..). Sambil diselipin
kejadian-kejadian jaman sekarang yang dominan pake nyebut-nyebut, "tau dari fesbuk nih.." hahaha...

Thanks to facebook! bener-bener bank data yang menakjubkan!




Ki-Ka: (berdiri) Ari Joko, Heintje, Aan, Adan, (duduk) gue, Lucky, istrinya Adan, istrinya Ari Joko
Pukul 8 lewat, setelah foto-foto (lagi!) kita pun membubarkan diri sambil berjanji akan sering-sering ngadain acara kayak gini lagi. Seruuu..!!!

Thursday, September 10, 2009

CERITA RAMADHAN KALI INI

Gue seneng banget. Padahal tadinya sempet sedih. Tapi sekarang udah seneng kok. Hahahaha.. udah kayak abegeh aja gue nulisnya. Gak jelas gini.

Jadi ceritanya gini.. Ini ada kaitannya ama bulan puasa dan Ramadhan yang sedang kita jalani ini.

Bokap gue kan kerja di Sulawesi Utara. Beliau pulang ke Jakarta bener-bener tergantung kondisi kerjaannya.. Jadi nggak bisa tuh asal ninggal-ninggalin kerjaan semaunya dia. Biasanya pulang ke Jakarta karena emang ada urusan kantor yang kudu dikerjain di Jakarta.

Gue inget waktu gue mau nikah 3 tahun yang lalu, sehari sebelum akad. Bokap ditelepon ama someone, gue ga tau itu bosnya apa bawahannya.. Pokoknya intinya orang itu minta bokap ngurus kerjaan besok. Gilaaa.. gue mo nikah bokap gue disuruh balik ke sono?? Mo cari berantem ni orang..

Isi obrolannya ketauan soale gue emang pas lagi duduk deket bokap dan itu orang suaranya agak-agak baru nelen batre kayaknya, kenceng banget, ampe kedengeran ama gue.

"Besok bisa tolong kembali ke Sulawesi pak! Ada yang harus diurus!"

Tau gak, ternyata yang pengen ngajakin tu orang berantem bukan cuma gue, hehehe.. bokap gue juga kesel banget! Iyalaaaah... udah jelas-jelas ijin ke Jakarta karena akan melangsungkan hajatan nikahin anak ceweknya semata wayang yang jelita bukan buatan ini, lah.. berani amat tu orang mengganggu moment sakral tersebut??

Bokap langsung nyolot, "kamu ngomong pake otak nggak? saya ke sini ngajuin ijin jauh-jauh hari supaya nggak terganggu.. anak saya mau nikah.. kok enak banget nyuruh saya balik begitu aja?"

Hehehe.. tu orang kedengeran ngomong, "Ooo.. nggak bisa ya pak?" tapi suaranya udah gak setegas tadi.

Alhamdulillah besoknya pernikahan gue lancar, nggak ada tuh telpon-telpon mengganggu buat bokap gue. Mungkin tu orang gak berani nelpon bokap gue lagi hahaha..

Waduh, kok ngelanturnya jauh ya..

Nah berkaitan dengan kondisi bokap gue yang seperti itu, kita di Jakarta sempet sedih kemarin ini.

Bokap gue telpon, katanya lebaran kali ini nggak bisa pulang. Terpaksa berlebaran nun jauh di kampung orang! Gue kesian liat nyokap gue, beliau langsung keliatan lemes, sedih, ah.. pokoknya kuyu abislah.. soalnya bisa dibilang, bokap gue nggak pernah sekalipun melewatkan lebaran di luar kota. Selalu pulang.

Nyokap ampe bilang, "Ta, Mama nggak semangat deh lebaran kali ini.. abis Papa Rock and Roll.."

Hehehe.. itu mah versi gue, nyokap gue ngomongnya, ".. abis Papa nggak pulang sih.."

Sediiiih banget liatnya..

Pas tanggal 8 September, nyokap gue nelpon gue ke kamar (nyokap males teriak-teriak manggil gue, jadi dia lebih suka nelpon ke HP). 

"Taa.. Papa udah di jalaaaan.. buruan beli apaan kek buat buka, cepeeeeettt.."

Whuaaaaattt??? Bokap gue dateng! Yippieee... 

Tapi ya panik juga, gue ampe ngepot-ngepot jalan nyari bukaan, maklum.. hari itu tumben-tumbennya kita ngga bikin apa-apa buat buka.. Padahal kemaren-kemaren, sekalinya buka puasa, ada kolak, es klapa, martabak, bakwan, cincau, rakus akut dah pokoknya!

Jadi gue beli martabak aja deket rumah.. hehe.. itu juga udah mepet ama waktu berbuka. Yaaa gitu deh bokap gue kelakuannya.. suka bikin surprise. Rencananya sih insya Allah beliau ampe selesai lebaran di sini. Alhamdulillah.. nyokap gue udah ceria lagi mukanya.

Tapi tetep pas gue tanyain, "Ma, kita bikin kue apa nih buat lebaran?" Kan ceritanya udah semangat lagi nih nyambut lebaran.

"Mmm.. beli aja deh ama Mamah Bandung (mertua gue), Mama males nih.." 

Huahahahaha..

Oiya, yang mau mesen kue lebaran ala hotel bintang 5, silakan kontak gue yaa.. Ntar gue kasi list kue-kuenya. Mertua gue jago banget bikin kue kering yang rasanya nggak bakal bisa ditemuin di tempat lain.. Beneeeerrr.. Harganya emang 'agak' seriusan, tapi 'taste'-nya jauuuuuh... lebih serius. Pesanan ditunggu paling lambat H-10.

Tepat tanggal 9 September 2009 kemarin, ortu gue memasuki usia 36 tahun perkawinan mereka. Semoga makin akur (emang ngga pernah berantem sih..), saling sayang, dan bahagia selalu. Kita ngerayain dengan makan mujair goreng, hehe.. Kebetulan nggak ada yang inget dan hari itu lauknya mujair goreng, jadi ya anggep aja lagi ngerayain.

Gue bilang, "hey.. selamat ulang tahun ya buat kalian berdua!"sambil megang kepala mujair, karena baru ingetnya pas lagi makan malam. 

Ortu gue liat-liatan sambil bingung. "Siapa yang ulang tahun?"

"Ini kan tanggal 9 September!" kata gue.

"Trus kenapa?" tanya bokap.

Gubraks..

Happy Anniversary anyway. I love you both.

OK! That's all for now.

Tuesday, August 25, 2009

MAFIA CILIK HAHAHA..

Ponakan gue Amadea (1 tahun 2 bulan), udah mulai gak bisa diem ke sana ke mari.. Mukanya lucu, imut, dan tatapannya innocent banget! Suatu hari, suami gue ngomong gini ke gue, "kalo diperhatiin, Dea tuh mukanya kayak Marlon Brando pas maen film Godfather.."

Setelah gue perhatiin, iya juga sih.. hehehe.. abis bibir bawahnya suka dimaju-majuin gitu (bahasa sundanya cameh), padahal aslinya mah mulutnya nggak cameh.

Ini muka aslinya Dea, tampak samping. Yang madep sini si Delin, kakaknya.

Lucu yaaa.. 

Kalo udah bengong, mulai deh bibirnya maju..

makin banyak yang dipikirin, makin maju..

Jadi mirip Don Vito Corleone hehe..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...