Daisypath Anniversary Years Ticker
Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Tuesday, February 24, 2015

BERWISATA KE TAMAN NASIONAL UJUNG KULON


Tanggal 21-22 Pebruari 2015 saya dan suami alhamdulillah berkesempatan jalan-jalan ke Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Senangnya? Jangan ditanya. Eh boleh deh ditanya, jawabannya adalah seneng bangeeeet.. Kenapa? Karena sebelumnya saya udah beberapa kali secara gak langsung merasa dikomporin sama teman saya si Adek Dera Soekandar yang tahun lalu jalan-jalan ke sana dan berhasil bikin saya takjub ngeliat pemandangan alamnya. 

Trip dimulai dengan berangkat dari meeting point di Pasar Festival, Kuningan Jaksel. Tim kami terdiri dari 11 orang. Dikit ya? Gpp, biarpun cuma bersebelas tapi hebohnya lebih dari 111 orang kok, hahahaha.. lebay. Diperkirakan perjalanan akan berlangsung selama 8 jam ke ujung barat pulau Jawa. Tujuannya adalah desa Sumur, Banten.


Berangkat pake mobil Elf, perjalanan dimulai pukul 10 malam, Jumat 20 Pebruari 2015, menuju barat, ke arah Serang kemudian Cibaliung dan Pandeglang. Suasananya menyenangkan banget alias semua ngantuk dan tidur, hehehe.. Sempat kebangun beberapa kali karena supirnya ngebut banget, mungkin karena jalanan gak terlalu ramai. Tapi lalu saya tertidur lagi. Terus sempet kebangun lagi karena jalanan yang dilalui lumayan rusak. Denger-denger dari EO nya, katanya ini udah lumayan, gak terlalu parah seperti tahun lalu. 

21 Pebruari 2015
Alhamdulillah ternyata nyampenya 2 jam lebih cepet dari perkiraan, alias cuma 6 jam, alias kepagian, alias jam 4 dini hari, hehe.. Tapi lumayanlah, jadi bisa tiduran tanpa gelombang darat di sebuah kantor desa, semacam kantor Kelurahan setempat, sebelum masuk waktu sholat Subuh. Ini sedikit penjelasan wilayahnya yang saya contek dari papan pengumuman kantor tersebut.


Istirahat sejenak di kantor kelurahan (atau kecamatan?)

Luas kawasan Taman Nasional Ujung Kulon 120.551 ha, terdiri dari:
Luas Daratan: 76.214 ha.
Luas Perairan Laut: 44.337 ha.
Secara administratif Taman Nasional Ujung Kulon terletak di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, yang secara geografis terletak antara 10202'32" - 10537'37" BT dan 0630'43" - 0652'17" LS.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke tempat kapal berlabuh sekitar 1 km lagi. Tiba di desa Sumur suasana masih gelap, penduduk pun belum banyak yang bangun. Jadi tidur-tiduran lagi deh. O iya, desa ini banyak banget anjingnya, tapi anjingnya gak ada satupun yang galak atau hobi ngendus-ngendus. Jadi saya yang parno sama anjing pun tenang jalan-jalan melihat-lihat desa dan laut lepas dari tepi pantai. Banyak terlihat Bagan, penangkap ikan di sepanjang laut. Terlihat juga pulau Umang di seberang, tidak terlalu jauh. Kalau ke sana pakai kapal, paling hanya 15-20 menit perjalanan. Pulau Umang juga adalah pulau wisata, namun memang isinya hanya resort dan tempat bersantai keluarga. Nggak ada taman nasional di sana. 


Deretan bagan (alat penangkap ikan) di desa Sumur

Jam 7 kami sarapan pagi, dan sambil menunggu kami pun ngobrol-ngobrol sambil saling memperkenalkan diri. Yup, itu jalan bareng satu mobil semalaman belum sempet kenalan yang bener, cuma salaman-salaman terus tidur, hahahaha.. 


Sarapan dulu sebelum nyebrang.
Nyebrang pake perahu ke kapal

Jam 8 pagi kami nyebrang pakai perahu kecil ke arah kapal kayu yang berlabuh agak jauh dari pantai, karena di pantai gak ada dermaga. Menyenangkaaan, cuaca cerah, angin bersahabat, dan lautnya tenang. Alhamdulillah.

Jam 10.30 tiba di pulau Peucang. Pantainya baguuus banget, pasirnya putiiih, lautnya jernih dan ikannya banyaaak, gak sabar pengen nyemplung. Di pulau Peucang banyak babi hutan berkeliaran, bukan dalam hutan, tapi di area terbuka tempat kami mendaftarkan rombongan di kantor setempat. Lagi-lagi, babinya juga gak galak, malah cenderung cuek. Ya setipe anjing di desa Sumur tadi. Mungkin mereka sudah sepakat bersikap seperti itu, namanya 'kesepakatan anjing dan babi', hahahahaha..


Welcome to pulau Peucang!

Bengong liat babi hutan liar


Jam 11.00 kami mulai menyusuri hutan dengan berjalan kaki. Masya Allah, yang namanya hutan itu ya (dan ini yang ngomong saya, yang hampir gak pernah masuk hutan seumur-umur), menakjubkaaan banget! Begitu masuk, banyak suara-suara yang bikin merinding, entahlah itu suara apa, bisa jadi suara tonggeret atau burung atau monyet, pokoknya yang tadinya saya kira bakal sunyi senyap, ternyata ramai sekali. Padahal sejauh mata memandang hanya pohon-pohon, akar-akar, pohon tumbang, jamur, dan berbagai macam tanaman. Bikin merinding tapi nggak bikin takut. Lalu tau-tau ada yang muncul di balik pepohonan. Rusa! Saya dengan noraknya mendekati karena ingin foto bareng, tapi rusanya lari, hiks.. Ternyata gak berapa lama saya melihat rusa-rusa lainnya bermunculan, memperhatikan kami dari kejauhan. Ya udah karena mereka ga mau didekati, jadinya kami hanya memotret mereka dari kejauhan juga (dizoom biar keliatannya deket, hehehe..)


Berjalan menyusuri hutan
Rusanya takut sama orang

Jam 12.00 hutan yang kami lalui menjadi semakin terang karena ternyata di ujung sana ada pantai. Yes, kami sudah sampai di pantai Karang Copong. Satu lagi keindahan terpajang di depan mata. Laut lepas dengan pantai berbatu-batu. Karena air sedang surut, jadi kami bisa jalan agak ke tengah laut dan menikmati nikmatnya merendam kaki yang lelah di air laut yang sejuk, setelah berjalan sejauh 4 km selama 1 jam. Alhamdulillah, nikmatnya.. Terbayar semua rasa lelah.. :)


Pantai Karang Copong


Bagus kan pemandangannya?

Jam 12.30 kami kembali masuk ke hutan yang tadi kami lalui. Balik ke tempat awal. Berjalan melewati jalan setapak yang sama, namun tetap dengan sensasi kekaguman yang belum habis-habis. Sambil menghirup dalam-dalam udara di hutan, dan mengisi paru-paru kami dengan oksigen bersih yang jauh dari polusi. Makasih ya Allah, atas keindahan ini.

Jam 13.30 kami keluar hutan, sholat, lalu makan di atas kapal sambil menikmati pemandangan laut dan pantai sambil merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi.. fiuh, gak nyesel banget deh dateng ke tempat ini. Gak lama kemudian, kami bersiap-siap ke tempat snorkling. 


Main air, snorkling, horee

Snorkling selama satu jam, kecipak kecipuk sambil ada sedikit drama rumah tangga antara pak dan bu Deri. Lumayanlah jadi tontonan teman-teman, semoga hidup kami menceriakan hidup anda, hahahaha.. 

Setelah puas snorkling, kami menuju pulau Handeuleum, tempat kami akan bermalam. Jam menunjukkan pukul 15.30. Tiba di pulau Handeuleum pukul 18.00, lagi-lagi kami dibikin merinding. Karena ternyata ini pulau yang sangat sepiii.. Beda dengan pulau Peucang yang lumayan ramai dengan wisatawan. 


Dermaga pulau Handeuleum

Jalan menuju penginapan kami pun agak-agak horror. Nggak keliatan ada bangunan apapun. Tapi karena menjelang maghrib, dan pasti kalau gelap bakal lebih serem lagi, ya sudah tanpa banyak tanya kami buru-buru melewati jalan setapak di depan kami. 


Jalan setapak menuju penginapan di Handeuleum

Akhirnya tampak juga bangunan tempat kami akan menginap. Kata teman-teman trip, kayak di film "Villa Berdarah" hahahaha..  (ketawa padahal sumpe takut banget)


Di ujung jalan setapak, wak waaw.. villanya muncul!

Ada petugas yang mengurus tempat itu, dan mereka pun punya rumah tersendiri di sekitar situ. Selebihnya, lingkungan ini lagi-lagi dikelilingi hutan yang gelap dan liar. Saat sunset, suasana indah lagi-lagi terpampang di depan mata. Masya Allah, indahnya ciptaanMu..


Sunset di pulau Handeuleum

Ternyata suasana penginapannya cukup menyenangkan. Rumahnya bersih, kamarnya juga bersih, dan syukurnya kami bersebelas, jadi rame hehehe.. Nggak ada rombongan lain lagi, hanya rombongan kami yang menginap di pulau ini.

Malamnya, setelah dinner, ada yang mendekati teras rumah kami. Berjalan dengan anggun perlahan dan penuh rasa ingin tahu. Ya, rusaaaa! Waah, senangnya tak terkira. Rusa-rusa ini jinak sekali. Mereka mau makan langsung dari tangan kami. Bahkan ada teman-teman yang memberi makan dari mulut ke mulut. Seruuuu! Kebetulan banyak roti yang tidak kami makan, jadi kami memberikannya pada mereka. 


Jinak-jinak rusa, bukan merpati hehe..

Jam 10 malam, kami langsung pulas semua. Kelelahan setelah aktifitas seru seharian. 

22 Pebruari 2015
Jam 5 subuh aktifitas kami kembali dimulai. Buru-buru kami ke dermaga karena ingin mengejar sunrise. Alhamdulillah ternyata sunrise muncul dengan sangat lambat di sini. Sebelum sang mentari terlihat, semburat warnanya di langit begitu memukau, speechless ngeliatnya. Wow, indahnya tanah airku..


Menanti sunrise
Akhirnya muncul juga si matahari


Kami sarapan di dermaga, menikmati setiap suapan dengan penuh rasa syukur. Pantai yang bersih, mentari yang masih malu-malu, aroma laut yang menenangkan. Nikmaaat tiada tara.. 


Sarapan di dermaga
I love you suami, jangan mesem-mesem dong!

Setelah sarapan, kami menjelajah lagi pulau ini, walau hanya di seputaran penginapan. Ada satu lagi sisi lain pulau ini yang agak bikin merinding. Di salah satu tepian pantai, terlihat sebuah boneka lusuh yang digantung di ranting pohon. "Ada Conjuring!" kata suami saya, hihihi.. Di dekat pohon tersebut ada rongsokan perahu tua yang dibiarkan begitu saja. Namun tetap saja ada keindahan yang terlihat di situ. 


Siapa yang menggantung dia? kasihan..
Rusted old boat

Sempat memberi makan rusa lagi, bercanda-canda lagi dengan satwa manis itu, hati rasanya adem beneeerrr.. Nggak lama kemudian kami bersiap-siap meninggalkan pulau Handeuleum. Tujuan berikutnya adalah spot untuk canoing, menyusuri sungai yang tertutup rimbunan pepohonan sagu. 


Sebelum berangkat, ngasih makan rusa lagi
Selamat tinggal beautiful Handeuleum..
Kami naik kapal pukul 8 lewat. Menuju spot canoing jam 8.30an, diikuti perahu yang nanti akan kami pakai untuk menyusuri sungai. Tiba di lokasi pukul 8.50, kami turun dari kapal ke perahu. Dengan perahu kami menuju sungai yang tak jauh dari situ. Ada 2 orang bapak yang jadi pemandunya dan mengoperasikan motor di perahu tersebut. 

Judulnya aja canoing, hehe.. tapi yang kami naiki sebenarnya perahu panjang biasa. Bukan kano yang biasa dipakai perorangan. 

Sesampainya di sungai, motor dimatikan, dan kami mulai mendayung. Lagi-lagi amazing scenery hadir di depan mata. Pohon sagu yang menyemak di sepanjang sungai, dan pepohonan liar yang menjulang hingga menutupi langit di atas kami dan kadang menjuntai hingga ke tengah sungai, kesunyian yang menyelimuti, benar-benar bikin betah berlama-lama di sungai ini.


Mendayung perahu menyusuri sungai
Kupu-kupu macan, burung elang, dan berbagai satwa kecil tampak sesekali muncul di sela-sela pepohonan. Alhamdulillah nggak ada buaya di air, atau ular yang tiba-tiba bergelantungan di dahan pohon di atas kepala kami. Kalau ada, mungkin agak-agak panik juga ya, hehe..


Om dan tante pengen mejeng juga
Ketemu peserta canoing yang lain, namun jumlah mereka lebih sedikit. Say hello sambil nyengir-nyengir doang, karena salaman dan cipika cipiki kayaknya gak mungkin.. #yaiyalah


Row your boat Sir, if you see the crocs don't forget to scream!


Setelah puas canoing, kami kembali ke kapal. Waktu menunjukkan pukul 9.45.
Spot berikutnya lagi-lagi snorkling spot, hihihi.. ini rombongan yang bener-bener gila snorkling. Saya? Duduk manis aja di kapal sambil godain suami yang pengen ngudut sambil rebahan di air laut. #biniganjen


Santai di laut


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 dan kami pun bersiap-siap kembali ke desa Sumur. Yah, sebentar lagi berakhir sudah petualangan ini. Masih sempat makan siang di atas kapal sekali lagi sambil becanda-canda menikmati kebersamaan. Setelah makan, jam 12.30 kapal mulai jalan menuju pulau Jawa, alias desa Sumur. Saya milih tiduuur.. ngantuk bo.

Ternyata perjalanannya gak terlalu lama, jam 13.00 pulau Umang mulai terlihat. Jam 13.30 kapal berlabuh, kami lompat turun ke perahu, dan melanjutkan ke desa Sumur lagi. Istirahat sejenak di desa Sumur, bersih-bersih badan dan sholat, lalu naik Elf menuju ke Jakarta pukul 15.00. Selamat tinggal Ujung Kulon, pengalaman bersamamu tak kan pernah terlupakan.

Sempat berhenti beberapa kali untuk isi bensin, beli snack, dan makan malam, akhirnya pukul 22.00 kami tiba kembali di Jakarta. Alhamdulillah. Saya dan suami ngambil mobil di apartemen teman, dan kembali ke rumah dengan hati senang. Tiba di rumah jam 23.30, bersih2 badan, dan tiduuuuurr.. 

Makasih ya teman-teman seperjalanan yang luar biasa, EO keren Bang Andy dan Cindy, kakak beradik Fanny dan Rina, Arif yang sukses ngasih makan rusa pake bokong (hahaha.. bingung kan lu?), mbak Ponsen dan putri cantiknya Raira, teman-teman sekantor suami, Wati dan Mei, semoga kita bisa kumpul-kumpul lagi yaa di trip berikutnya. 


Happy!


Tuesday, September 15, 2009

BUKBER, MOMENT NOSTALGIA :D


Lagi-lagi reunian. Seneeeeeng banget kalo moment ini udah dateng. Karena ramenya beda, nggak seperti ngumpul-ngumpul bareng temen yang ketemunya udah gede. Kalau reuni bareng temen masa kecil, ada kesan tersendiri karena gue tau tampang mereka waktu masih kanak-kanak, waktu masih keringetan dan bau matahari, waktu pipinya masih pada tembem dan muka bayi-nya masih belum hilang termakan usia.. Sigh, kadang ada rasa terharu juga ya mikir betapa umur bisa bikin kita keliatan berbeda (walaupun emang nggak berlaku buat sebagian orang yang mukanya dari dulu gitu-gitu aja, bersyukurlah kalian yang wajahnya awet muda hehe..) 

Gue jalan bareng suami jam 2 siang. Sampe Ratu Plaza jam 3, kita muter-muter dulu, ada yang mau dicari. Sempet ketemu sales yang ngajak maen undian kecil-kecilan dan katanya gue menang kompor listrik gitu. Aduh, males banget. Tapi pas tau harga kompor listriknya 9 jutaan, ya ngeces juga donk hahaha... Ternyata emang modusnya dari dulu gitu yaaa, bisa dapet kompor listrik trus ada bonus alat pelangsing perut seharga 5 juta, tapi syaratnya belanja satu barang senilai 4,9 juta.. mereka milihin panci presto. Hiks.. maaf ya mas, kita punya skala prioritas dan kebetulan panci presto belum masuk dalam skala prio kita. Jadi gagal deh marketing mereka, hehe.. 


Sampe Plaza Senayan, langsung naik ke lantai 2 menuju Bakerzin. Di sana udah ada Lucky, (the Event Organizer hehe..) ada Ari Joko (teman SMP gue yang udah bertahun-tahun nggak ketemu) bareng istrinya. Sempet mewek dikit saat gue pelukan ama si Lucky. Terbayang lagi wajah sang adik, Dian Widodo yang baru meninggal kurang lebih sebulan yang lalu. Semoga almarhum tenang di sisi Allah SWT.


Karena belum sholat, gue dan suami sholat Ashar dulu. Deket mushola suami gue ketemu teman-teman yang lain. Pertama Aan tiba sorangan. Terus ketemu Shinta bareng anak dan suami. Lalu Dietra dan rombongan dateng. Gue sih masih sholat. Trus kita ketemu Dewi Rachma & pasangannya. Cipika cipiki, trus gue ngasih tau kalo anak-anak udah pada ngumpul. Baru deh gue dan suami bergabung lagi di Bakerzin. Udah ada Heintje yang juga dateng sendiri kayak Aan. Nggak lama dateng Sohir bareng istri dan anak, juga Adan si penganten baru, bersama sang istri.



Dietra


Ki-Ka: suami gue, gue, suami Shinta, Shinta, Aan, Ari Joko, istri Ari Joko, Dewi, Heintje



Sohir dan istri
Btw, sedikit penjelasan nih:
Temen SD gue ---> Lucky, Dietra, Aan, Adan.

Temen SMP ---> Lucky, Dietra, Aan, Adan, Ari Joko, Shinta, Dewi, Sohir, Heintje.


Mulai deh haha hihi, ledek-ledekan, dan foto-foto tentunya. Lucky menjelaskan ke kita semua, terutama buat yang baru pertama kali ikutan bukber, bahwa tradisi bukber kayak gini udah mulai ada sejak orang pertama kali berpuasa jaman kita kuliah. Teman-teman yang merantau kuliah di Jakarta sepakat mengadakan acara bukber rutin, tapi ternyata nggak segampang itu menjalin komunikasi dengan teman-teman kita. Untuk itu dia kita pengen ini rutin diadain tiap tahun.
Lalu ada sesi perkenalan segala, satu persatu hahaha ade-ade aje.. Maksudnya biar yang udah mulai lupa jadi inget lagi, seperti, "OooO.. iya, ini kan si anu yang dulu suka anu.." plus aktifitas masing-masing kita sekarang. Seru juga.

Lucky ngusulin, suatu saat kayanya seru kalo kita traveling ke Sorong rame-rame naik kapal. Hmm.. buka puasa aja yang dateng cuma 15 orang buuu.. itu juga udah termasuk pasangan, hehehe.. jadi kita berdelapan cuma iya-iya aja biar nggak panjang ngebahasnya, hehe..


Setelah sholat maghrib, ada yang langsung pulang, ada juga yang balik lagi ke Bakerzin. Mulai deh bongkar-bongkar cerita jaman dulu. Ada cerita Ari yang jaman dulu suka nyanyi bareng Himawan di kelas tapi pelan-pelan banget takut ketauan yang lain. Ari yang nyanyi, Himawan yang maen gendang (properti gendangnya diganti pake meja yang dipukul-pukul, tentu mukulnya pelan-pelan juga hehe..). Ada cerita Lucky yang sering berantem ama gue, ada cerita Adan yang dulu dijulukin Poro Naga (perut naga) karena kalo nulis namanya di buku tulis selalu Ramadhan PN. Ada Aan yang dulu sering gue cubitin ampe biru-biru (maafkan daku, An..), trus ada Hence yang waktu itu baru pindah dari Ambon dan ditaksir sama cewek kelas sebelah. Juga jaman teman-teman ikutan ekskul PKS, trus nggak lupa diselingin mop/anekdot sebagaimana orang Papua kalo lagi pada ngumpul. Ngomongin guru-guru (maaf ya bu, pak..). Sambil diselipin
kejadian-kejadian jaman sekarang yang dominan pake nyebut-nyebut, "tau dari fesbuk nih.." hahaha...

Thanks to facebook! bener-bener bank data yang menakjubkan!




Ki-Ka: (berdiri) Ari Joko, Heintje, Aan, Adan, (duduk) gue, Lucky, istrinya Adan, istrinya Ari Joko
Pukul 8 lewat, setelah foto-foto (lagi!) kita pun membubarkan diri sambil berjanji akan sering-sering ngadain acara kayak gini lagi. Seruuu..!!!

Thursday, September 10, 2009

CERITA RAMADHAN KALI INI

Gue seneng banget. Padahal tadinya sempet sedih. Tapi sekarang udah seneng kok. Hahahaha.. udah kayak abegeh aja gue nulisnya. Gak jelas gini.

Jadi ceritanya gini.. Ini ada kaitannya ama bulan puasa dan Ramadhan yang sedang kita jalani ini.

Bokap gue kan kerja di Sulawesi Utara. Beliau pulang ke Jakarta bener-bener tergantung kondisi kerjaannya.. Jadi nggak bisa tuh asal ninggal-ninggalin kerjaan semaunya dia. Biasanya pulang ke Jakarta karena emang ada urusan kantor yang kudu dikerjain di Jakarta.

Gue inget waktu gue mau nikah 3 tahun yang lalu, sehari sebelum akad. Bokap ditelepon ama someone, gue ga tau itu bosnya apa bawahannya.. Pokoknya intinya orang itu minta bokap ngurus kerjaan besok. Gilaaa.. gue mo nikah bokap gue disuruh balik ke sono?? Mo cari berantem ni orang..

Isi obrolannya ketauan soale gue emang pas lagi duduk deket bokap dan itu orang suaranya agak-agak baru nelen batre kayaknya, kenceng banget, ampe kedengeran ama gue.

"Besok bisa tolong kembali ke Sulawesi pak! Ada yang harus diurus!"

Tau gak, ternyata yang pengen ngajakin tu orang berantem bukan cuma gue, hehehe.. bokap gue juga kesel banget! Iyalaaaah... udah jelas-jelas ijin ke Jakarta karena akan melangsungkan hajatan nikahin anak ceweknya semata wayang yang jelita bukan buatan ini, lah.. berani amat tu orang mengganggu moment sakral tersebut??

Bokap langsung nyolot, "kamu ngomong pake otak nggak? saya ke sini ngajuin ijin jauh-jauh hari supaya nggak terganggu.. anak saya mau nikah.. kok enak banget nyuruh saya balik begitu aja?"

Hehehe.. tu orang kedengeran ngomong, "Ooo.. nggak bisa ya pak?" tapi suaranya udah gak setegas tadi.

Alhamdulillah besoknya pernikahan gue lancar, nggak ada tuh telpon-telpon mengganggu buat bokap gue. Mungkin tu orang gak berani nelpon bokap gue lagi hahaha..

Waduh, kok ngelanturnya jauh ya..

Nah berkaitan dengan kondisi bokap gue yang seperti itu, kita di Jakarta sempet sedih kemarin ini.

Bokap gue telpon, katanya lebaran kali ini nggak bisa pulang. Terpaksa berlebaran nun jauh di kampung orang! Gue kesian liat nyokap gue, beliau langsung keliatan lemes, sedih, ah.. pokoknya kuyu abislah.. soalnya bisa dibilang, bokap gue nggak pernah sekalipun melewatkan lebaran di luar kota. Selalu pulang.

Nyokap ampe bilang, "Ta, Mama nggak semangat deh lebaran kali ini.. abis Papa Rock and Roll.."

Hehehe.. itu mah versi gue, nyokap gue ngomongnya, ".. abis Papa nggak pulang sih.."

Sediiiih banget liatnya..

Pas tanggal 8 September, nyokap gue nelpon gue ke kamar (nyokap males teriak-teriak manggil gue, jadi dia lebih suka nelpon ke HP). 

"Taa.. Papa udah di jalaaaan.. buruan beli apaan kek buat buka, cepeeeeettt.."

Whuaaaaattt??? Bokap gue dateng! Yippieee... 

Tapi ya panik juga, gue ampe ngepot-ngepot jalan nyari bukaan, maklum.. hari itu tumben-tumbennya kita ngga bikin apa-apa buat buka.. Padahal kemaren-kemaren, sekalinya buka puasa, ada kolak, es klapa, martabak, bakwan, cincau, rakus akut dah pokoknya!

Jadi gue beli martabak aja deket rumah.. hehe.. itu juga udah mepet ama waktu berbuka. Yaaa gitu deh bokap gue kelakuannya.. suka bikin surprise. Rencananya sih insya Allah beliau ampe selesai lebaran di sini. Alhamdulillah.. nyokap gue udah ceria lagi mukanya.

Tapi tetep pas gue tanyain, "Ma, kita bikin kue apa nih buat lebaran?" Kan ceritanya udah semangat lagi nih nyambut lebaran.

"Mmm.. beli aja deh ama Mamah Bandung (mertua gue), Mama males nih.." 

Huahahahaha..

Oiya, yang mau mesen kue lebaran ala hotel bintang 5, silakan kontak gue yaa.. Ntar gue kasi list kue-kuenya. Mertua gue jago banget bikin kue kering yang rasanya nggak bakal bisa ditemuin di tempat lain.. Beneeeerrr.. Harganya emang 'agak' seriusan, tapi 'taste'-nya jauuuuuh... lebih serius. Pesanan ditunggu paling lambat H-10.

Tepat tanggal 9 September 2009 kemarin, ortu gue memasuki usia 36 tahun perkawinan mereka. Semoga makin akur (emang ngga pernah berantem sih..), saling sayang, dan bahagia selalu. Kita ngerayain dengan makan mujair goreng, hehe.. Kebetulan nggak ada yang inget dan hari itu lauknya mujair goreng, jadi ya anggep aja lagi ngerayain.

Gue bilang, "hey.. selamat ulang tahun ya buat kalian berdua!"sambil megang kepala mujair, karena baru ingetnya pas lagi makan malam. 

Ortu gue liat-liatan sambil bingung. "Siapa yang ulang tahun?"

"Ini kan tanggal 9 September!" kata gue.

"Trus kenapa?" tanya bokap.

Gubraks..

Happy Anniversary anyway. I love you both.

OK! That's all for now.

Wednesday, July 15, 2009

TELAT? BIARIN..


Kalo ada yang bilang lebih cepat lebih baik, itu nggak salah kok.. Tapi as a truly procrastinator, I'm usually always two step behind everyone, hehe.. Walau banyak juga yang lebih pemalas dari gue, tapi karena lagi belajar untuk maju, gue nggak mau membenar-benarkan diri, atau meninggi-ninggikan mutu dengan berkata gue lebih baik dari mereka.. Noo.. not at all.

Tapi kadang-kadang gue suka menikmati juga momen 'ternyata gue udah berbuat sesuatu' itu sih, hehehe.. (gimana seh ga konsisten).

Banyak 'ketelatan' dalam hidup gue. Di antaranya adalah cerita-cerita di bawah ini:

Gue telat kuliah S1. Ya, dibanding teman-teman gue, gue telat 3 tahun, karena gue ambil program D2 di LP3I dulu supaya cepet kerja. Tapi S1 gue selesainya alhamdulillah cepet, cuma 3,5 tahun karena gue pinter hahahaha... maaf ya hurufnya kecil, nggak pede.

Gue telat merit karena gue pilih-pilih. Hahaha... boong ini mah. Emang nggak pacaran-pacaran aja karena pengen jadi muslimah yang memegang prinsip dalam Islam nggak ada yang namanya pacaran. Cieeee... nggak taunya pacaran juga tahun 2002, putus, pacaran lagi tahun 2005, nikah deh tahun 2006. Yang tau umur gue, pasti tau gue nikah di umur berapa hihihi.. telat yaaa.. biarin.


Gue telat punya anak. In fact, gue emang belum punya. Hiks.. Nggak ditunda, tapi belum dapet aja. Gue percaya segalanya udah ada yang ngatur. Jadi pasrah dan tawakal aja sama Allah Swt, sang maha pemberi, sang maha menentukan.


Gue telat nyadar kalo bisnis online itu menyenangkan. Padahal ikutan newsletter bundainbiz-nya Jeng Nad sejak tahun 2007, tau sepak terjang beliau di Oriflame dan kagum banget sama semangatnya, tapi baru join tahun 2009. Telat lagi kaaan.. biarin. Toh ternyata hasil observasi yang gue lakukan nggak sia-sia.. Bayangkan berapa banyak orang yang gagal bisnis dan ditipu karena gegabah dan ceroboh dalam mengambil keputusan?! hehe.. *beladiri.com*

Gue telaaaat baca novel Ketika Cinta Bertasbih. Sebagai penggila novel, ini memalukan. Jadi waktu keluarga gue berbondong-bondong ke bioskop nonton filmnya, gue menolak dengan kepala tertunduk. Ini gara-gara ke-sok idealis-an gue yang nggak mau nonton film hasil adaptasi novel, sampai novelnya gue baca.. hiks.. Jujur nih, buku pertamanya aja baru lewat beberapa lembar (duh duh.. jadi kapan nontonnyaaaa.. nunggu maen di TV kali yaa.. pas filmnya udah basi).



Kemarin sepupu gue (mamanya Arya) dateng ke rumah. Katanya rombongan pemain KCB mau maen ke rumahnya di Kelapa Gading. Ini karena keponakan suaminya maen di film itu (sebagai Furqon), dan mereka (para pemeran di KCB) ingin bersilaturahmi ke keluarganya si Furqon Andi Asril. Whuaaattt??

Gue malu dong kalo ketauan belom baca novelnya dan belom nonton filmnyaaa! Ntar kalo gue diajak ngobrol-ngobrol ama Alice Norin gimana? Mati gaya is not my middle name!

Lalu gue sadar.. sepupu gue nggak menyinggung-nyinggung tentang ajakan untuk bertandang ke rumahnya saat tim KCB datang ke rumahnya nanti. Hihihi.. GE ER BANGET SIH LO SAR??

Jadi cuek ajalah, baca novelnya nyantai aja.. nonton filmnya juga nanti aja (kalah ama emak gue yang udah tamat novelnya dan udah cerita tentang filmnya ke temen-temennya hihihi...)
Gak papa deh telat juga.. pasti ada hikmahnya hehehe.. sok wise yee gueee... Lagian kan judul tulisan ini juga udah pas. Telat? biarin..

Tuesday, July 7, 2009

TITIP RINDU BUAT AYAH

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia 

(Ebiet G. Ade)

Selamat Ulang Tahun, Pa.. Semoga Allah Swt selalu menjaga Papa dan memberikan keselamatan dunia akhirat, aaamiin..

Friday, June 26, 2009

ON MY BIRTHDAY

25 Juni 2009.

Alhamdulillah, tahun ini ngerasain lagi ulang tahun.. berkurang lagi setahun usia.. semoga makin sadar bahwa tiada nikmat yang lebih besar dari nikmat iman yang selama ini telah Allah berikan pada hambaNya ini..


Ulang tahun kali ini gue cuma mau ngisi blog gue dengan ucapan terima kasih. And all my thanks go to the people below:

Makasih buat Mama yang udah ngelahirin gue.. segala kasih sayang, tenaga, doa, dan air mata yang telah beliau curahkan dalam membesarkan gue nggak akan pernah sanggup gue gantiin dengan apapun.. I knew it but sometimes being stubborn was something I couldn't refuse.. Forgive me Ma..

Makasih buat Papa yang udah banyak banget kesusahan juga gara-gara anaknya ini, hehehe.. peace Pa.. Nggak tau kalo sama bokap gue, gue suka susah mau mellow, mungkin karena beliau ngelawak mulu tiap hari yah.. But still, I need his apology for all my faults, for all stupid things I've done, for his patient and understanding thru these years.. Tanggal 24 Juni 2009 (sehari sebelum gue ultah), beliau kembali harus berangkat ke Sulawesi Utara untuk bekerja. Doa beliau lewat sms bikin gue merinding dan pengen mewek.. hiks..

Makasih buat bang Deri, my deepest love, my future children's dad, my savior, my other half.. the first person who congrats me every year on my birthday.. makasiiiih banget udah sabar dalam membimbing gue yang sulit diatur ini, you still don't know how much this feeling for you. Well, this is the clue, it's just like.. I will love you 'til the day I die (seizin Allah tentunya ya sayang) how about that? hehe.. jangan bengong gitu dong ah, ini serius bang! Hehe, bikin anak yuk.. :D

Makasih buat teman-teman masa kecil dan masa ABG hehe.. yang bermunculan di facebook dan bikin hari-hari gue tersita di depan komputer.. Bahkan ade gue pun yang jelas-jelas tinggal serumah ama gue ngucapinnya lewat facebook, ampun deh! Thanks buat teman-teman gue yang ucapannya bikin gue kelelahan membalas satu-satu, sampe jari-jari gue pada gemeteran, tapi gak papa.. emang gue udah niat harus balesin satu-satu! Just like sms.. (kayaknya sms nih yang jadi penyebab jari gue gemeteran.. kan ngetiknya lebih susah hehehe..)

Makasih buat sodara-sodara gue yang udah nyempetin sms dan nelpon.. Having you all as relatives was quite a blessing I happily received.

But most of all, back to the biggest one, I thank my Lord, Allah Swt untuk setiap helaan nafas dan keberkahan usia.. Alhamdulillahirabbil'alamiin..

Wednesday, June 17, 2009

OUR THIRD ANNIVERSARY

"When you realize you wanna spend the rest of your life with someone, you want the rest of your life to start as soon as possible." (When Harry Met Sally)



Today, three years ago, we proved that words to ourself. Happy anniversary to me and my husband.

Monday, June 15, 2009

ON MY MOM'S BIRTHDAY

My Mom turned 60 last Saturday, on June 14, 2009.

Well, happy birthday Mom.. God bless your age, your health, your prosperity, and sure also your happiness. Hope that happiness also come from me since one of my goals in life is to make you happy in any way I can. I love you.

Tuesday, June 2, 2009

BEAUTIFUL END OF MAY

Gue demen deh kalo udah ngumpul-ngumpul ama temen, baik temen baru maupun temen lama. Maklum sekarang jarang bersosialisasi secara offline, tiap hari ketemu temen selaluuuu lewat facebook. Lama-lama pengen juga ketemu pake cara primitif, jadi suatu siang di akhir bulan Mei, ngumpul-ngumpullah gue dengan teman-teman lama yang sama-sama berasal dari Sorong. Buat yang pelajaran Geografinya merah di raport, Sorong itu di Irian Jaya (Papua) ya.

For the first time sejak Ririn nikah, gue ketemu lagi sama tu anak. Masih chubby, apalagi sekarang lagi hamilton. Lakinya guede juga, tipe-tipe orang yang kena efek bahagia kayak gue ama suami, yang berat badannya melejit begitu tau surga dunia hahahaha...


Ki-Ka: Gue, Ririn dan suaminya, Erwin

Mpok Lucky, yang jadi tukang atur waktu dan tempat pertemuan kopdar malah makin langsing. Jujur gue kaget ngeliatnya.. terakhir ketemu ama dia (bulan Maret kalo nggak salah) di PS, nggak selangsing itu. Efek mellow kalo ini kayaknya, secara temen-temen sefacebook udah pada tau dia bubar ama pasangannya dan sedang mengobati hati sekaligus gerak cepat mencari pengganti, hihihi..

Lucky, kurus-kurus makannya paling heboh. Naganya ada 15 ekor dalam perut ya mpok?

Trus ketemu juga sama Shinta yang bawa her adorable son, Radit (uh, gue sampe gemes, gue ciumin muluuu..), terus ketemu juga sama bang Indra Arsyad, kakak kelas yang sejak dulu disangka temen-temen adalah sepupu gue padahal bukan, hehe.. Cuma karena hubungan baik sejak nenek gue dan neneknya masih kecil, jadi kayak sodaraan.



Ki-Ka: Shinta, cute Radit, Indra

Kita ngumpul di Pizza Hut Plaza Semanggi, haha hihi sampe jam 3, setelah itu bubaaaar...
Ada yang nonton, ada yang ngider-ngider lagi di situ, ada yang harus cabut ke tempat laen, kayak gue nih. Langsung menuju kantor gue (cieeeh...), Oriflame Bulungan. Di sana ramenya sinting-sintingan. Menjelang TuPo, segala bentuk mahluk member Oriflame tumplek jadi satu. Antrian panjaaaang tidak menggetarkan daku yang sedang mengejar mimpi hehehe.. Ikutan antri sampe dengkul mo copot. Padahal sehari sebelumnya juga udah antri ampe dengkul gemeteran, tapi ya itu tadi, nggak ada yang bisa nyangka kekuatan mimpi bisa mengalahkan segalanya.

Finished my target, reached my higher level, sujud thankyou di mushola, then I went home.. Fiuuhh.. What a day..
Hepi-hepinya dapet bareng temen, mengejar mimpinya juga dapet. Makasih ya Allah..

Sunday, March 15, 2009

MY LONGTIME FRIEND

My favourite old friend Dietra sekarang jadi sering gue ganggu jam kantornya sejak gue dan dia terlibat di bisnis yang sama. Atau lebih tepatnya lagi sejak gue ‘dijerumuskan’ olehnya di bisnis yang menyenangkan ini.
Walaupun dia adalah sponsor gue (baca: bertanggung jawab akan eksistensi gue di bisnis tersebut) tapi sms gue sering dicuekin, telpon gue nggak diangkat, email gue gak dibaca, tapi gue tetap berpositif thinking, sesibuk apapun dia sampai tega-teganya menafikan keberadaan gue, temannya yang lucu dan menggemaskan ini, toh deep down in her heart she still miss me a lot. Itu terlihat di wall Facebook gue, gak ada angin gak ada ujan, tau-tau dia nulis, pst----gue kangen ma elu huahahahahahahahhaahhahaaaaaa Pendek sih kalimatnya, tapi dalem kan? hehe.. *sekaligus mengerikan*



Ki-ka: Lucky, Radith, Shinta, Gue, Dietra
Nah.. ada titipan dari teman-teman upline gue bahwa gue sebaiknya mengajak Mrs.Busy Mom yet Complicated Career Woman Dietra Anandani ini untuk bersosialisasi dengan mereka. Karena denger-denger sejak bergabung, bu Dietra ini belum pernah menghadiri pertemuan dengan rekan-rekan bisnisnya. Belum berasa sih duitnya ya Bu Diet? Wekekkekekkk..

Coba kalau udah 7 jeti sebulan pasti bela-belain nelpon bu Syarah Yunita Virsandi buat bantu tutup poin.

So, gue menelponnya untuk menghadiri acara training di Bulungan yang diadakan tiap Sabtu jam 15.00, in order to setor muka ke para suhu dan nambah ilmu.

Penyakit lama deh. Kalo lagi diperluin, susaah.. banget make a contact dengan ibu ini. Mula-mula diintro pake sms, “gue dapet wp1 lho!” Kalimat ini lumayan sakti untuk memancing ucapan selamat dari upline-upline gue yang lain [yang sama sekali belum pernah bertatap muka dengan gue], hehehe.. Masak sih dari teman sendiri [yang juga upline gue langsung] nggak ada reaksi? Nunggu.. 1 jam.. 2 jam.. 3 jam..

Ternyata teteeeup gak ada balasan. Teganya dirimu sobat, lupakah dirimu saat kita berangkat sekolah bareng ke TK. Kuntum Harapan sambil nyanyiin lagu ‘Bukit Berbunga’nya Uci Bing Slamet? hihihi.. *anak kecil lebay dan paksa dewasa*

Ganti strategi.

Telpon ke kantor. Sibuk.

Telpon ke HP. Masuk, tapi nggak diangkat. Seperti biasa.

Telpon ke CDMA. Cuma kedengeran nada sambung, lagunya Indra Bekti, “eh, eh kok gitu sih, lo kok marah, jangan gitu sayang..

Ggrrrrkkkhhh!!

Strategi terakhir. Telpon rumahnya!
Pagi sampai sore nggak mungkin, karena dia kan kerja plus kuliah S2 [I’m so proud of her!]. So, nunggu sampai jam 20.30 malam, baru deh gue nyoba telpon. Akhirnya sukses juga!

“Waaaaah.. tumben lu nelpon gue?!” katanya. Perasaan ini udah usaha yang ke 230 deeh.. *tersenyum pahit*

Jadi setelah ngobrol ngalor ngidul, gue sampe ke misi gue.
“Diet, ke Bulungan yuu.. ikut training. Gue pengen tau kayak gimana.”

“Hah? Bukannya udah di JDC kemaren?”

Gubraks!!

Ketik C spasi D, Cape De…

Ternyata dia nggak seheboh gue belajar bisnisnya. Sampe nggak bisa bedain BOP sama training biasa.
“Hehehe.. maklum, gue belum sempet baca eBooknya,” gitu katanya. “Eh, laki lu kerja di daerah mana sih?” dengan cepat dia ngalihin topik. Tapi gue maklum juga sih, dulu waktu jaman gue diprospek, dia juga keliatan kurang niat, guenya aja yang udah kebelet pengen join.

“Eh? Laki gue di daerah Tendean situ.”

“Waa.. gue pengen ikut Dream Girls nih..”

“Hah?” Kok jadi jauh amat beloknya. Sabaar.. sabaar..

Mahluk yang satu ini emang otaknya berbentuk jangkrik, suka lompat sana lompat sini, jadi ngobrol nggak nyambung mah biasa. Hasilnya? Mudah ditebak.. Gue gagal ngajakin training.. Gue juga nggak pede ah jalan ke sana sendirian, hehe..

Next week kali yaa.. *tapi tetap semangat kok*

Friday, March 6, 2009

TERPECUT

Gue takjub sama bisnis yg baru gue jalanin ini. Ngebaca testimonial upline-upline yang udah sukses duluan, melihat penghasilan mereka, sampai akhirnya bengong dan ngeces-ngeces ngeliat selain bonus yang jut-jut dan puljut-puljut itu, mereka semua bisa dengan santainya melenggang ke luar negeri gratis (bonusnya gak maen-maen ya?) ck, ck, ck..

Padahal mereka cuma ibu rumah tangga biasa kayak gue. Persis pleg-pleg abis. Mantan wanita karir juga, berhentinya deket-deket juga waktunya sama gue [2006], berjilbab juga [makin berasa sama dalam kondisi dan penampilan, hehe..] tapi mereka bisa berpikir jauuuuh lebih maju daripada gue yang cuma browsing sana sini, googling sana sini, chatting sana sini.. Gleg!

Oh, Stockholm.. Mbak Nurul my Director tahun ini insya Allah
mau ke sini, gue baru bisa mupeng :/~


Gue juga mau ah kayak gitu. Semangattt! Apalagi pas blogwalking ke blognya salah satu upline yang saat ini ada di posisi Director, mbak Sharah [namanya sama ya kayak gue, cuma beda penulisan doang, semoga rejekinya sama, aaamiin hehe..] nemu tuLisan yang bikin gue terpecut, adwwoohh! Gue ngga mau jadi orang siaaall..!

Tulisan di atas gue posting juga di sini

Monday, March 2, 2009

THE GIFT

I never knew that the number 75 will really made me effervesce. I thought I wouldn't jump for joy that high..

"Pilih body cream yang mana yaaa, Giordani, Embrace Her, Eclat, After Hours, Divine, Volare atau Elvie?"

Next month, I will have to get that feeling again. It should be recurring, 'coz I need to throw those words once more, only that time the items will be different. It -insya Allah- will go like this..

"Pilih Optimals Day Shield, Lady Vintage EDT, Silver After Hours Bag, Silky Kiss, apa Gloss Opulence?"

Bismillahirrohmanirrohim.

Ow stop it Syarah.. you make too much smile now. *nyengir lebar*
Cuma orang-orang di sini yang ngerti apa yang gue omongin.

FOGGING

Gue mau cerita tentang weekend kemarin.

Pagi-pagi hari Sabtu 28 Pebruari gue sebenernya ada janji ama temen gue Eny di Plaza Semanggi. Tapi malem-malem temen gue itu sms, bilang kalo ada kemungkinan besok batal karena anaknya batuk pilek dan badannya agak panas. Dikonfirmasi paginya bahwa emang batal. Suami gue kegirangan, karena berarti gue musti nemenin dia ke Mangga Dua (tadinya dia yang musti nemenin gue ke Plangi). Gak apa-apa, toh dia liat-liat kamera or komputer, gue bisa liat-liat baju or sepatu or tas (liat-liat doaaang..), so gue bangun dengan rada bergegas ---biasanya males-malesan--- buat bikin sarapan karena denger-denger bakal ada petugas fogging nyamuk demam berdarah dan emang nggak pengen pergi terlalu siang.

Tapi gue kan emang gitu ya.. segalanya dibawa santaaaaii, jadi ngiris-ngiris bawang juga pelan-pelan dan sambil becanda (becanda sendiri sih, suami gue masih di kamar), nyiapin nasi buat digoreng juga lama ditakarnya, "segini kurang nggak ya.. mmm, tambah deh. Eh, kebanyakan kayaknya.. apa semua aja ya?" *sambil mikir lama di depan magic-com*

Padahal gue udah tau hari ini ada fogging.
Padahal jamnya udah diumumin 09.00. Gue liat jam deket dapur baru jam 08.40.
Padahal gue udah tau jam deket dapur itu telat setengah jam.
Padahal gue tau, kalo tukang semprot fogging dateng kita semua harus keluar rumah dan nunggu di luar sampe asapnya habis.
Nah.. kok ya gue masih santai aja ya. Stupid stupid stupid.

Jadi pas gue siap-siap masak, tau-tau kedengeran tuh alat semprot yang suaranya ngagetin GRRROWEEEEENGG.. Ternyata tukang semprotnya udah di depan rumah gue! Panik deh. Mana nih nasi ama bumbu-bumbu belum diapa-apain, kan harus ditutupin biar gak kena semprotan. Kostum gue juga masih semi pornoaksi.

Jadi setelah bumbu-bumbu gue lempar lagi ke dalam kulkas dan nasi putih gue amankan, baru deh gue terbirit-birit ke kamar buat ganti pake daster panjang dan jilbab. Pas gue keluar kamar, olala.. rumah gue udah penuh asap, baunya menusuk hidung dan bikin perih tenggorokan. Suami gue kan tipe lelaki setia ya, jadi dia baru keluar rumah setelah istrinya juga keluar. Kesian, dia sampe batuk-batuk nggak karuan gitu. Duh, maaf ya sayangku.

Pas lagi ada fogging, ada segerombolan bocah laki-laki yang tampangnya dari jauh aja udah keliatan badung banget. Tiap kali ada fogging, gue perhatiin mereka selalu masuk ke pekarangan atau teras atau garasi rumah orang yang penuh asap lalu ketawa-ketawa di tengah asap yang mengandung racun serangga itu. Sakit jiwa!
Masih kecil aja udah kayak gitu, gedean dikit mungkin 'ngelem' pake Aibon, gedean lagi 'nge-gele', pas dewasa nyobain segala jenis narkoba. Naudzubillahi min zalik.

Gue udah siap-siap ngebentak aja kalo mereka masuk ke pekarangan rumah gue. Ternyata mereka masuk ke dalam pekarangan tetangga depan rumah gue. Tau-tau, mereka keliatan lari lintang pukang keluar dari sana karena disambit sama yang punya rumah, hehe..
Nunggu lama deh kira-kira satu setengah jam baru asapnya menipis. Suami gue amazed ama suasana rumah setelah fogging karena selama ini petugas fogging selalu datang pada hari kerja. "Wah, jarak pandangnya pendek sekali!" katanya waktu melongok ke dalam rumah yang berkabut. Yang kalo diucapkan oleh ibu-ibu depan rumah gue, "ih, di dalem putih semua ya.."
Maksudnya nggak kelihatan apa-apa gitu saking ketutupan asap.

Setelah asapnya kelar baru gue bisa garap lagi tuh nasi dan segala asesorisnya. Padahal kita semua udah pada kelaparan. Sambil gemeteran (oke, gue hiperbola hehe..) akhirnya kelar juga tuh nasgor. Nyokap gue yang biasanya jarang lapar aja (nggak kayak gue yang SELALU lapar) sampe ngomong, "Duh, Mama laper banget.." berarti tau dong gue udah kayak apa. Nggak kayak apa-apa juga sih, lapar aja, hahaha..
Selesai makan, beres-beres, mau siap-siap mandi, eeh.. hujan. Ditunggu-tunggu hujan nggak berenti sampai menjelang Ashar. Batal deh jalan-jalan ke Mangdu. Hiks..

Gue nggak tau ada petugas fogging atau petugas kelurahan daerah gue yang baca blog ini apa nggak. Moga-moga ada ya, karena gue cuma mau menghimbau, tolong jadwal fogging diperbanyak. Soalnya wilayah rumah gue termasuk yang jarang difogging. Biasanya proses fogging baru dijalankan saat sudah jatuh korban alias ada yang kena DBD. Padahal harusnya kan rutin.
Teman-teman kantor suami gue pada ngeluh anak-anaknya kena DB. Sodara di Depok anaknya juga kena DB. Terakhir, sodara di Bandung yang berusia 11 tahun juga dirawat di RS karena DB. Doh, bapak-bapaaaakk.. sadar dong sama kebutuhan wargaa..
There's more important things than making sure your campaigns look just right. Or maybe you're all not affected by the truth unless it's on your doorstep?!

NB:
Hari Minggunya gue jadi diajak ke Mangdu, asyiiik..
Dibeliin something (that I wanted for quiet long) ama suami gue, asyiik..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...