Daisypath Anniversary Years Ticker
Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Wednesday, August 3, 2016

Tentang Dietra

Saya udah kayak orang gak inget punya blog nih hehe.. Blog tercinta dianggurin ampe kayak apa gak tau deh (kayak blog gak tercinta hihihi..)

Kenapa tau-tau saya nulis lagi? Jadi gini, nih gara-gara salah satu sobat saya Dietra Anandani bikin blog, terus dia bikin story tentang saya sampe 3 episode (dibikin mini seri bisalah yaa, kalo ada produser yang tertarik), seolah saya nih sejenis tokoh iconic yang kudu dikenal sama pembaca blognya dia, yang sepertinya adalah teman-temannya sendiri, dan menurut saya (kayaknya) mereka lumayan gaol.. Kesian kan sayaaa.. ntar kalo suatu saat tampaklah wujud asli saya di depan teman-temannya yang ikut baca di situ, terus mereka ngeliatin saya dari ujung kerudung sampe ujung sepatu.. bisa jadi dalam hati mereka komentar, "ooh, ini yang namanya Tita.. Oke deh kalo gitu." Lalu melengos males. Ya ampuun kesian sayaaa.. #nangis

O iya, di blognya, Dietra lebih banyak membahas masa kecil kami. Memang yang paling aman adalah menceritakan masa kecil. Saat masih sama-sama nggak ngerti banyak hal, tapi suka sok membahas banyak hal. --Btw Diet, gw bingung dulu waktu kecil kita ngobrolin apa aja sih?--

Tapi dengan membaca blognya, saya jadi tau seperti apa dunia masa kecil di mata Dietra Anandani ini. Seperti misalnya, mengapa dulu alm mama saya suka nyisirin rambut Dietra kalo pas dia main ke rumah saya, atau mengapa dulu Dietra seneng kalo diajak makan di rumah saya, mengapa dia cenderung nggak banyak omong di sekolah tapi yang naksir banyaaaakk (ya karena dia cakeplah Taaa.. orang cakep mah diem juga udah keliatan keles cakepnya), dan banyak kenapa-kenapa yang lainnya.

Cuuuuss yang mau liat boleh intip-intip blognya, purplehearteo.blogspot.co.id, saya famous loh di sana hihihi.. #dadahdadahalaselebriti

Saya banyak ngalamin kejadian lucu sama Dietra Anandani ini. Tapi berhubung kedewasaan membuat segala hal yang tadinya 'bodo amatlah ceritain aja, soalnya ini kocak banget' sekarang menjadi 'ini pantes nggak ya diceritain..' makaaa.. kayaknya saya kudu berhati-hati supaya gak kelepasan nulis anything sing ngisin-ngisini bu Dietra ini, hehehe..

Satu hal tentang masa kecil saya dan Dietra yang paling nempel di memori saya adalah saat-saat berangkat ke sekolah (waktu itu TK). Karena rumah kami di Sorong berada di daerah yang namanya Puncak Bahari (bukan sekedar nama, tapi emang ini puncak beneran) yang mana untuk berangkat sekolah kami harus jalan kaki turun dari puncak menuju ke jalan raya di bawah sana, setelah itu baru menyetop taksi menuju sekolah. Gaya yaaa, ke sekolah naik taksi.
Sebenarnya taksi yang kami maksud adalah angkot, tapi di kota tempat tinggal kami angkot disebut taksi. Dan memang di sana tak ada 'taksi' seperti taksi-taiksi pada umumnya yang mudah ditemui di kota besar.

Nah, saat berangkat sekolah, ada satu lagu yang hampir selalu kami nyanyikan. Ah, gak akan ketebak lah sama anak jaman sekarang, lagu apa yang kami nyanyikan dulu itu. Lagu anak-anak? Bukaaan, bukan lagunya Chicha Koeswoyo atau Adi Bing Slamet. Tapi justru yang kami nyanyikan adalah lagu KAKAKNYA Adi Bing Slamet, yaitu Uci Bing Slamet, hahahahahaha..
#ngakakmalemmalemampesuamigwhampirkebangun

Judulnya Bukit Berbunga.

#ketawalagisambilkaget 
#soalnyabarusanadabunyigeluduk

Jadi bayangkanlah 2 anak TK jalan kaki turun gunung sambil nyanyi Bukit Berbunga, yang menceritakan dua pasang muda mudi memadu cinta di sebuah bukit, halah.. Sementara mama saya berjalan mengikuti kami dari belakang, karena yah namanya juga anak TK, wajar kalo sekolah masih dianterin, ya kan.

Selain Bukit Berbunga, ada satu lagu lagi yang berkesan selama masa TK, Yaitu lagu yang diajarkan oleh guru TK Dietra semasa dia masih sekolah di Jogja. Yup, Dietra ini pindahan dari Jogja. Lagunya adalah lagu hymne atau apa ya sebutannya, pokoknya lagu tentang TK Persit di Jogja. Dietra mengajarkannya pada saya, dan saya suka sekali lagu tersebut. Sampai-sampai lagu itu masih nempeeel banget di otak saya sampe sekarang! Wkwkwkwkwk..

Tak ada yang memberitahu atau mengingatkan, tapi kami sadar, tak pantas menyanyikan Bukit Berbunga di sekolah, jadi kami menyanyikan lagu TK Persit. Mungkin Bu Min, guru kelas kami, hanya bisa geleng-geleng sambil mengelus dada tiap kali mendengar saya dan Dietra menyanyikan lagu TK Persit di TK Kuntum Harapan, sekolah kami hehehe.. Ya gimana, kan kami masih kecil, mana ngerti lagu TK lain gak boleh dinyanyiin di TK kami.

"Kami putra putri taman kanak-kanak, Persit Kartika Candra Kiranaaaaa..
Bermain dan belajar bersama, dengan hati yang riang gembiraaaa.."

Reff-nya nggak usah ya, kepanjangan. Atau disambung aja sama lagu Bukit Berbunga, gimana, setujuuu? #sokseleb

"Di bukit indah berbunga, kau membawa aku ke sana..
Memandang alam sekitarnya, karena senja tlah tibaaaa.."

Yang kemudian dengan kejamnya kami ganti liriknya dengan kata-kata seenak udel yang kami dengar dari teman-teman seumuran kami juga.

"Di bukit banyak penyakit, kau membawa ke rumah sakit..
Memandang suster-suster cantik, karena takut disuntiiiiik.."

OMG hahahahahahahha.. #kesianUciBingSlamet

Itu tadi memori TK. Memori SD lain lagi. Saya menyesal ketika saya konfirmasi ke Dietra, dia sudah lupa kejadian ini. Jadi saat itu kami kelas 5 atau 6, guru kami bu Sina** mengajarkan pelajaran bahasa indonesia. Kami disuruh membaca tulisan tentang permainan sepak bola yang dimainkan oleh orang-orang tuna netra.

Pause.

I know.

What on earth were they thinking??? Orang buta disuruh main bola? Tapi saya masih ingat memang tulisannya seperti itu. Jadi please stop asking..

Oke? Semua baik-baik saja? Saya lanjutkan ya? 

Yak, lanjooot..

Kami disuruh membaca dengan suara keras. Sampai tiba di bagian kalimat, "..tidak jarang para pemain saling bertubrukan." ‪#‎yaiyalah ‬‪#‎menurutngana‬?

Di sinilah kejadian aneh itu muncul. Bu Sina** berkata, "coba kalian bayangkan, pemain bola yg tuna netra saja bisa bermain tanpa bertubrukan satu sama lain.."

Yup. 

Silakan baca ulang kalimat di atas. Diulang sampai 50 kali atau lebih juga boleh. Saya gak salah nulis.

Saya dan Dietra saat itu saling pandang-pandangan. Lalu kami kasak kusuk sambil bisik-bisik. Dan bisik-bisik kami terlihat oleh bu Sina**. "Ada apa kalian?" Kami menjawab dengan penuh keyakinan tapi bercampur secuil rasa grogi.. ingat, kami anak SD tahun 80an yang sangat hormat dan kadang takut pada guru. Bukan anak jaman sekarang yang serba berani mengungkapkan pendapat. "Bu, itu maksudnya mereka bertubrukan."

"Maksudnya?"

"Maksudnya 'tidak jarang' itu ya 'sering', karena 'jarang' kan lawan katanya 'sering'."

"Apa yang kalian omongkan? Siapa yang sedang membahas tentang lawan kata di sini? Kita membahas tentang pemain bola tuna netra!" 

"Nggak Bu, coba Ibu baca lagi, itu kan maksudnya.."

"Siapa yang guru di sini? Kamu atau saya??"

Saya dan Dietra bengong. This teacher is unbelievable stupid.‪#‎pardonmylanguage‬

Laluuuu.. kami dicemooh teman sekelas. 
"Iyo ee.. ko guru ka?" 
"Ko lebih pintar dari Ibu ka?" 
Bla bla bla..

Saya bisa bayangin betapa bu Sina** merasa menang saat itu. Saya dan Dietra pun akhirnya memilih diam dan membiarkan rasa tak berdaya merajai hati kami. Sampai terbersit di otak saya, "Kalo udah besar, saya akan buktikan kalo Bu Guru itu salah!" Yah lagi-lagi maklumin otak anak SD tahun 80an. Untuk mencari kebenaran harus menunggu "kalo sudah besar" padahal sebenarnya tinggal bilang ke papa dan mama di rumah seperti anak-anak jaman sekarang, dan minta dibela di depan teman2 (dengan resiko dimusuhin teman satu sekolah karena cemen, bawa-bawa ortu hahahaha..)

Sayangnya, ketika kami "sudah besar" Dietra sudah lupa kejadian itu. #sebelgwamaloDit 
Jadi mari ucapkan goodbye, case closed. Tak kan ada yg percaya di dunia ini ada guru yg tak mengerti arti kata-kata "tidak jarang". Tak ada bukti, tak ada saksi. 

Yup. Like I said. Case closed.

SMP, Dietra hanya sempat sekelas dengan saya selama 1 semester. Dia masih tak banyak omong. Dan saya? Banyak omong huahahahahaha.. saya senang main ke rumahnya karena orang tuanya dua-duanya bekerja. Jadi rumahnya cenderung sepi, hingga saya tak perlu menjawab pertanyaan standar para ibu, "Udah makan belum?" "Mama lagi ngapain di rumah?" Atau kalau kami berlama-lama di kamar mandi untuk menangkap nyamuk, tak kan ada yg protes. Suwer itu nyamuk-nyamuk di Sorong paling gampang ditepok saat mereka sedang berkumpul di kamar mandi, hahahaha.. gak penting banget ya. 

Dietra punya banyak komik Donal Bebek dan komik Nina. Saya yang hobi baca betah berlama-lama di kamarnya. Dietra dan kakaknya berlangganan majalah Hai, dan saya jadi tau isi majalah selain majalah Bobo dan Ananda, dan Kartini dan Femina (apa sih). Yang saya takutkan hanya saat harus berpapasan dengan guguk-guguk peliharaan Dietra.

Ketika akhirnya dia pindah ke Jakarta melanjutkan SMP-nya, saya menitikkan air mata sedih. Saya merasa kehilangan. Namun syukur alhamdulillah kami masih terus keep contact walau telah berjauhan. Surat menyurat jaman itu jadi media penyambung kabar. Walaupun Dietra kalo bales surat ampun dah, lamanyaaa.. Tapi saya maklum, dia udh jadi anak ibukota. Apalagi ketika kemudian dia muncul di tv, tampil sebagai cheerleader di acara olahraga minggu siang. Saya lompat2 kegirangan, ortu saya pun ikut senang melihatnya. Kelak dia makin sering muncul di berbagai acara tv, seperti kuis, sinetron, dan reality show. Saya pernah ikut nganterin dia ke RCTI untuk syuting salah satu kuis. 

O iya, ada satu keunikan yang kami miliki. Kami sama-sama punya adik ketika usia kami 7 tahun. Jadi, usia saya dan Dietra sama, usia adiknya dan adik saya pun sama. Dietra lebih tua 3 bulan dari saya, dan adik Dietra lebih tua 3 bulan dari adik saya. Dietra mendapat adik ketika usianya 7 tahun 3 bulan, begitupun saya, adik saya lahir ketika usia saya 7 tahun 3 bulan. Dan Dietra selalu ingat ultah saya, karena adiknya lahir tepat sehari sebelum hari lahir saya. What a beautiful scenario from God! There's no such thing as coinsidence, right? Only God scenario. Whatever the reason behind that. ‪#‎amazing‬

Kira-kira itu memori masa kecil saya dengan Dietra Anandani. Kami masih berteman hingga sekarang, thru thick and thin. 

Friends come and go, like the waves of the ocean. But the true ones stay, like an octopus on your face. LOL

Eits, mumpung ingat, satu lagi kenangan yg untuk saya aneh tapi benar-benar nyata adanya. Saat itu di suatu siang saya main ke rumahnya. Seperti biasa, rumahnya sepi dan saya temui dia sedang mencuci sepatu sekolah di dekat baik air belakang rumahnya. Sepatunya mirip sepatu saya, karena kami selalu bersepatu keds ke sekolah. Tau kalimat apa yg dia ucapkan? 

"Kamu nggak pernah cuci sepatu kan?" Saya menggeleng. Karena sepatu saya selalu dicucikan mama. "Cobalah sekali-sekali. Saya bukan mengiming-imingi. Tapi cuci sepatu itu enak sekali."

Bhuahahahahahaha.. anak yang aneh.

Ok, sekian cerita saya tentang Dietra. Si tomboi pemalu yang kini menjelma jadi wanita cantik penuh percaya diri. Dia juga seorang istri dan ibu yang penyayang (anaknya 2), wanita karir yang luar biasa, entrepreneur, dan beberapa tahun lalu berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di sela-sela kesibukannya. So proud of her. My bestie, my kakak, my octopus.





Tuesday, October 8, 2013

THE CONJURING AND MY RECENT NEWS

Dua bulan lalu, tepatnya tgl 12 Agustus 2013, setelah dibujuk berhari-hari, akhirnya suami saya mau juga diajak nonton film yang konon jadi film terseram tahun ini. Ya kalo ceritanya sih menurut saya standar-standar aja, tapi mungkin karena diangkat dari kisah nyata, jadi sukses bikin yang nonton tambah jiper. Ngebayangin semua yang disajikan di depan mata sepanjang film itu dulu pernah benar-benar terjadi, memang bikin merinding dan agak sulit dipercaya. Kecuali buat sebagian orang kali ya, yang emang sering berurusan dengan mahluk-mahluk gaib.
#untunggakpunyasixthsense
#makasihdeh

Suami saya itu paling muales diajak nonton film horror. Dari awal nikah sampe sekarang, dia emoh banget. Horror di sini maksudnya film seram yang ada hantunya ya, kalo film seram tapi gak pake hantu, kayak thriller gitu, yang tokoh pembunuhnya masih manusia, bukan mahluk gaib, dia masih mau nonton (kadang-kadang).


Tapi saya curiga, sebenarnya film serem yg gak pake hantu pun kayaknya dia gak suka. Soalnya dari dulu saya ajakin nonton House Of Wax, yg jelas-jelas pembunuhnya tuh orang, dia gak mau nonton. Malah waktu akhirnya di suatu hari libur pas siang-siang cuacanya lagi adem, saya setelin film House Of Wax, dia protes. Saya bilang, "Kan pembunuhnya bukan hantu, pembunuhnya orang!" Tau gak dia bilang apa? "Ah, pembunuhnya hantu nih, aku tauu.. udah ah matiin, males liatnya!" Hehehehe.. bilang aja takut.

Ok balik ke The Conjuring. Maaf ya spoiler. Buat yang belum nonton dan gak mau imajinasinya rusak gara-gara tulisan saya, boleh udahan bacanya. Nontonlah dulu, baru balik lagi ke sini, lanjutin bacanya, hehehe..






Jadi kisahnya ada suami istri Perron dengan lima anak cewek yang cantik-cantik, pindah ke rumah tua yang berhasil mereka beli dengan kemampuan finansial mereka yang pas-pasan. Suaminya cuma supir truk, istrinya IRT. Rumah tua ini ternyata dulunya ditempatin Bathsheba, orang yg kelakuannya gak bener, karena nyembah setan. Dia belajar untuk jadi penyihir dan kepergok membunuh anaknya sendiri sebagai ritual persembahan kepada setan. Suaminya meninggalkannya dan karena didemo sama para penduduk, dia akhirnya gantung diri di pohon belakang rumah tersebut setelah sebelumnya mengutuk siapapun yang berani menempati tanahnya. Kejadian itu kurang lebih 2 abad yang lalu, dan tahun 1971 keluarga Perron menempati rumah tersebut. Karena banyak kejadian aneh , mereka pun minta bantuan paranormal untuk mengusir roh jahat dari rumah mereka. Dengan bantuan pasangan paranormal suami istri Warren, keluarga Perron jadi tahu sejarah rumah hantu tersebut dan keluarga-keluarga yang jadi korban setelah menempatinya.


Singkat cerita, ada beberapa adegan yang kayaknya membekas banget di ingatan suami saya.

Pertama, adegan yang nunjukin bahwa jam di rumah itu selalu mati di angka 03:07 dini hari. Di jam segitu juga biasanya para hantu di rumah itu beraksi.

Nah, suatu malam waktu saya dan suami lagi di Bandung, seperti biasa, tiap mau tidur kami pasti minum air putih segelas gede. Trus biasanya tengah malam suami terbangun karena pengen pipis. Kalo saya biasanya baru pipis pas mau sholat subuh. Malam itu suami terbangun, kebelet pipis dan langsung tertegun waktu ngeliat jam, 03.07. Hahahahahaha..

Kayaknya dia agak-agak dilema; pipis, nggak, pipis, nggak, pipis, nggak, pipis.. ya udah pipis aja deh. Tapi dengan kondisi pintu kamar gak ditutup, dan pintu kamar mandi juga gak ditutup. Setelah kelar, dia lari ke kamar, lumpat ke kasur, masup ke balik selimut.
#warkop-abiiiss

Pengalaman berikutnya, belum lama ini, tanggal 18 September 2013. Kali ini memang kejadiannya menyedihkan. Jam 04.00 subuh saya terbangun karena bunyi HP. Perasaan langsung ngga enak. Telepon dari Bandung, dari ibu mertua saya. Saya buru2 duduk, dan mengangkat telepon. Ibu mertua saya mengabari om Muchlis, omnya suami saya, meninggal mendadak, tanpa sakit apa-apa.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.. Saya syok dan menangis sesenggukan. Suami terbangun dan ketakutan, "Ada apa..? Sayang, ada apaaa..?" Saya jelasin sambil engap-engapan.

Saya cerita dulu tentang om Is, panggilan kami untuk almarhum. Beliau ini jasanya luar biasa besaaaar dalam membantu suami saya menyelesaikan pendidikannya. Bukan dari segi materil, tapi lebih dari segi moril.

Beliau adalah dosen UNISBA, dan seingat saya kerjaannya emang cuma bantuin orang melulu. Kayaknya gak ada deh orang yang bisa sebel sama orang sebaik beliau. Sampe ponakan-ponakan saya dan suami yang kecil kemrucil semua tergila-gila sama om Is. Kalo udah ketemu sama om Is, mereka bisa nempel kayak perangko. Bener-bener orang yang luar biasa. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat terindah di sisiNya, amal jariyahnya insya Allah banyak, ilmu yang bermanfaat insya Allah juga banyaaaaak banget yang diwariskan untuk ratusan bahkan mungkin ribuan mahasiswa yang pernah dididiknya. Dan dua orang anaknya, Bima dan Satria, dua orang anak yang soleh, insya Allah akan selalu mendoakan beliau, dan menjadi ladang amal beliau setelah kepergiannya.

Allahummagfirlahu warhamhu, wa'afihi wa'fu anhu.. (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah dia, lindungilah dia, dan maafkanlah dia..)

Hari itu juga setelah sholat subuh kami berangkat ke Bandung. Di jalan saya masih nangis sesekali. Suami diem aja sepanjang jalan. Pasti dia sedih banget. Tiba-tiba dia bilang, "Aku pas liat kamu duduk sambil nangis gelap-gelapan, ngomong sendiri, langsung inget The Conjuring.."
#kemudianhening
#laluketawa

Ternyata dia inget adegan si Christine, anak ketiga keluarga Perron di film The Conjuring. Jadi si Christine ini lagi tidur, tapi ada yang narik-narik kakinya. Tapi pas dia bangun, ternyata gak ada siapa-siapa. Trus dia nyium bau busuk, sampe nuduh-nuduh Nancy, kakaknya, yg tidur di ranjang sebelahnya yg kentut. "Lu kentut ya?" gitu.

Yang lebih horror lagi, waktu Christine liat seseorang berdiri di belakang pintu kamarnya. Melihat ada sosok menyeramkan di dalam ruangan yg remang-remang gitu, dia ampe ga bisa ngomong, cuma bisa sesenggukan nangis karena takuuuut..

Eeeaa.. Jadi om Deri pikir, saya ngeliat sosok menyeramkan ya? Trus ketakutan sampe nangis sesenggukan, gitu??

Dia bilang iya, karena pas melek, kok bininya nangis sambil ngeliat tembok, dan dalam hati langsung ngomong, "Oh, great, ada Conjuring di rumah gue.."

-----Bagoooooss-----

Saya lagi nangis + dia ngomong gitu = saya nangis sambil ketawa.

O iya, tulisan ini berawal gara-gara saya liat my bestie Dietra posting fotonya di depan rumah hantu La Piazza, dan saya jadi tergoda pengen ke situ.




Ini si Dietra lagi di depan Yurei Kanagawa, RS berhantu ala Jepang, di La Piazza


Kenapa bisa nyambung ke film The Conjuring? Karena gara-gara foto itu, saya jadi posting status berikut ini di FB.





Lalu berlanjut status ini.



 Selanjutnya, kejadian deh tulisan ini.. :)




Sunday, June 2, 2013

KISAH GIGI GERAHAM BUNGSU


Udah lewat hampir 1 tahun sejak saya operasi gigi geraham  bungsu, dan karena 'masa-masa sulit' pra dan pasca operasi saya rasanya sudah lewat, mungkin ada baiknya saya share yaaa pengalaman menakjubkan ini. Siapa tau berguna bagi mereka yang masih maju mundur mentalnya untuk melakukan operasi geraham bungsu yang mengganggu.

Sedikit info buat yang belum tau, geraham bungsu atau bahasa kedokterannya third molar (molar ketiga) adalah gigi geraham yang tumbuh paling akhir dari seluruh gigi yang kita miliki. Gigi ini terletak di bagian gusi paling belakang dalam mulut kita dan biasanya tumbuh antara usia 18-25 tahun. Yup, gigi ini tumbuh bukan di masa pertumbuhan atau kanak-kanak, melainkan di usia dewasa, masa di saat manusia dianggap lebih bijak. Mungkin karena itu si geraham bungsu ini disebut wisdom tooth. Kemunculannya akan terasa mengganggu bila si pemilik gigi memiliki rahang yang sempit, hingga tak ada tempat lagi yang tersedia buat si gigi. Geraham yang tumbuh tidak pada tempatnya ini disebut impaksi. Menurut teori evolusi, seiring perkembangannya, kebiasaan makan manusia jaman sekarang menyebabkan rahang manusia makin mengecil.




Si gigi bijak ini bisa mengakibatkan macam-macam komplikasi penyakit di kemudian hari. Dari pusing-pusing biasa, migrain, vertigo, sampai penyakit yang serius seperti jantung. Ini disebabkan karena di gusi manusia terdapat banyak syaraf yang baik secara langsung atau tidak dapat terganggu akibat impaksi.

Untuk beberapa kasus, gigi yang posisinya sulit dicabut dengan cara biasa harus diangkat dengan jalan operasi. Jangan kuatir, operasi kecil kok, jadi bisa dilakukan hanya dengan bius lokal. Pada kasus saya, gigi geraham kiri tumbuh di luar barisan namun tetap tumbuh ke atas (tidak miring). Gigi geraham kanan berada di barisan yang benar namun tumbuh miring dan menabrak gigi di depannya. Kalo susah dibayangin, coba deh buka mulut dan ngaca aja sendiri, perhatiin gigi geraham masing-masing, pasti jadi lebih ngerti.

Geraham kanan sejauh ini tidak terasa mengganggu, tapi geraham kiri yang melenceng sendiri, posisinya menabrak pipi sebelah dalam, hingga kalau saya menutup mulut, dinding mulut jadi tergigit terus. Mula-mula dicuekin aja, lama-lama dinding mulut jadi bengkak dan berdarah. Sakitnya jangan ditanya deh, pokoknya ini mulut sampe gak bisa ditutup. Tidur miring sakit, telentang senut-senut :(
Baru bisa tidur kalo udah dielus-elus suami.. *apa sih*

Tanggal 8 Juni 2012 pergi ke dokter gigi, dikasih obat penghilang bengkak & antibiotik. Sepuluh hari kemudian disuruh balik lagi untuk bikin jadwal operasi gigi dengan dokter gigi spesialis bedah mulut. Diharapkan pada hari itu bengkaknya sudah hilang. Saya nanya ke beberapa teman yang pernah operasi gigi dan browsing info tentang impaksi ini. Kok ngga ada yang bilang enak ya? Semua bilangnya sakit, huhuhu.. Tapi karena saya termasuk Marcopolo (pemberani dan tangguh, wkwkwkwkwk..) tanggal 17 Juni 2012 saya siap dioperasi.

O iya, beberapa malam sebelumnya si Marcopolo palsu ini nangis sampe sesenggukan karena sebenernya saya takut sekaliiii..

Hari Minggu tanggal 17 Juni 2012 jam 16:00 saya tiba di klinik gigi yang tempatnya lumayan nyaman tapi tetep aja bikin merinding karena di sinilah si geraham bungsu tersayang akan dipisahkan dari saya. *lebay*
Dokter gigi baru datang jam 17:00 dan sebelum saya sudah ada satu pasien yang dijadwalkan bertemu dengan beliau. Jadi pake acara nunggu dulu deh. Sholat ashar di mushola klinik doanya udah gak bikin nangis lagi. Udah pasrah sepasrah-pasrahnya kayak waktu jadi pengantin baru. *hehehe..*

Jam 17:50 udah azan maghrib tapi pasien tadi belum keluar juga, saya girang.. bisa ngadu-ngadu lagi ama Allah di mushola. Pokoknya habit manusianya keluar banget deh, kalo lagi ketakutan jadi kolokan ama Allah gitu, hehe.. Tapi beneran deh, yang berasa tegang jadinya bukan saya, tapi malah suami. Tegangnya tuh sampe keliatan di wajah dan sikapnya, kayak waktu mau ijab kabul. *ini apa sih ngomongin jaman pengantin melulu*

Jam 18:15 saya dipanggil masuk ruang operasi. Mulut masih komat-kamit tapi mental udah lumayan tenang. Sebelum operasi saya diminta menandatangani surat pernyataan persetujuan untuk melakukan tindakan medis. Hiks, cuma nandatanganin ginian aja udah bikin saya jadi deg-degan lagi dah..

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.. bukannya mau pamer sok relijius, tapi kalimat itu sungguh benar adanya: Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Proses operasi dimudahkan dan dilancarkan oleh-Nya. Contoh gampangnya: Begitu buka mulut, dokter mengoleskan kapas yg sudah dibasahi sejenis cairan antiseptik, sambil berkata, "ini dingin ya.." maksudnya mungkin biar saya nggak kaget. Tapi ternyata nggak dingin. Lalu sebelum gusi disuntik bius, dokter berkata pada saya, "ini sakit ya.." tapi ternyata gak sakit. Kata orang-orang suntik bius bikin kepala serasa segede semangka, kesemutan, timbul rasa baal (kebal) yang aneh. Alhamdulillah saya nggak ngerasa apa-apa. Malah sempat kuatir, jangan-jangan ini biusnya nggak bekerja.. ^__^

Lalu wajah ditutup kain hitam yang dilubangi di bagian mulut. Saya tahu, itu dilakukan agar saya nggak perlu melihat peralatan dokter seperti bor, tang, suntik dll yang bisa bikin parno. Tapi memang saat itu saya jauuuuh banget dari rasa panik. O iya, mulut saya juga dipasangi alat penahan supaya mangap terus.

Agak horor juga waktu akhirnya gigi saya siap dicabut setelah gusi disayat kiri kanan, dan dibor sana sini. Ternyata akarnya kuat sekali, hingga dokternya ngasih kode-kode ke asistennya untuk megangin kepala saya. Dan wow, terjadi tarik menarik yang lumayan dahsyat antara asisten dan dokter gigi. Kepala saya ketarik kanan kiri demi untuk melepaskan si gigi yang akarnya masih sangat kuat itu. Nggak kebayang kalo gak dibius kayak gimana tuh ya, serem banget.

Alhamdulillah akhirnya si gigi lepas juga. Gusi dijahit dan saya disuruh bangun pelan-pelan. Takut oleng hihihi.. Selesai deh. Sebelum pulang, saya diberi berbagai obat, antara lain untuk menghentikan pendarahan, antibiotik dan juga penghilang sakit bila nanti efek biusnya sudah hilang, dan konon katanya sakitnya bisa nyoooss dung dueerr kayak abis digebukin orang sekampung. And you know what, itu nggak terjadi. Bahkan obat penghilang sakitnya nggak kepake.

Dua minggu mulut masih nggak nyaman dan selama seminggu harus makan makanan yang lunak menggunakan gigi geraham yang sehat. Setelah seminggu kembali lagi untuk cabut jahitan, dan dilihat apakah ada infeksi atau tidak. Alhamdulillah gak ada infeksi, cuma sedikit sariawan di bekas suntikan bius.

Yang punya masalah impaksi, ayoo jangan ditunda-tunda lagi untuk dioperasi, cari info dokter yang bagus, supaya kita nggak ngerasa sakit pasca operasi. Dokter gigi yang saya rekomendasikan namanya drg. Rosnoviani, praktek di klinik pribadinya di Jakarta Utara. Tapi tentunya banyak juga dokter gigi bagus yang bisa teman-teman cari di dekat tempat tinggal masing-masing, atau google aja, insya Allah ketemu.

Pilih mana, nggak nyaman selama 2 minggu atau migrain seumur hidup? Hayooo.. :)



Wednesday, July 4, 2012

HAN SOLO

Gara-gara di rumah lagi heboh (lagi!) ngikutin serial Legend of The Condor Heroes produksi 1983 (atau kalo istilah mama saya "Film Ko Ceng dan A Yong"), dan nemu adegan blooper salah satu anggota partai pengemis lagi berantem tau-tau wig gondrongnya telepas (suwer, telepas dan gak diedit!) *bentar, ngakak dulu ah* 

Nah, saya jadi nyari-nyari blooper film Starwars yg fenomenal di kalangan pecinta bloopers, Stormtrooper Head Bump. Search aja ya di youtube.

Gara-gara itu, jadi nyari langsung ke filmnya, secara yaaaa.. suami saya itu penggila Starwars sejak kecil, dan beliau punya koleksi lengkap dari yang cakram original, cakram bajakan, hingga donlotan berekstensi .avi mulai episode IV, V, VI, dan episode I, II, III. 

-- MAKSUDNYA APA YA KOLEKSI SEGITU BANYAK, KAN FILMNYA SAMA-SAMA AJA?? --

Balik ke misi semula, mencari adegan Stormtrooper Head Bump di dalam filmnya, ternyata gak terlalu sulit. Nemu dan ngakak lagiiii.. Waktu ditunjukin ke suami, dia terheran-heran karena seumur hidup nonton Starwars puluhan kali gak ngeh ada adegan itu. Si istri yg ngaku-ngaku movie freak ini kok jadi niat pengen serius nonton sendiri di kamar tanpa diganggu. Jadi nonton deh sambil duduk (biasanya tiduran).

Ketawa-ketawa sendiri liat percakapan-percakapan lucu si Han Solo, dan tau-tau ada cekikikan tambahan di belakang saya, ooow ooow, ternyata misua ikutan ngikik-ngikik geli nonton Han Solo yg lagi stress dipaksa ikutan eksyen buat bebasin Princess Leia. Dari semua funny conversation, this is the best for us:

------------------------------------------------------------------
[Han answers the intercom after comandeering an attack station]

Han Solo: [sounding official] Uh, everything's under control. Situation normal.

Voice: What happened?

Han Solo: [getting nervous] Uh, we had a slight weapons malfunction, but uh... everything's perfectly all right now. We're fine. We're all fine here now, thank you. How are you?

Voice: We're sending a squad up.

Han Solo: Uh, uh... negative, negative. We had a reactor leak here now. Give us a few minutes to lock it down. Large leak, very dangerous.

Voice: Who is this? What's your operating number?

Han Solo: Uh...

[Han shoots the intercom]

Han Solo: [muttering] Boring conversation, anyway. LUKE, WE'RE GONNA HAVE COMPANY!
------------------------------------------------------------------
Mungkin memang gak selucu kalo sambil nonton langsung adegannya, tapi saya ama suami baca quote ini ketawa-ketawa sendiri sampe lupa mandi. O iya, sedikit penjelasan nih, dia baru pulang kerja dan saya emang belom mandi sore maksudnya. Liat jam, udah jam 19.30 ajee.. *kok bisa bangga sih jam segitu belom mandi??*
------------------------------------------------------------------

Suami: aku pengen nonton Starwars yg lengkap lagi ah kalo lagi gak banyak kerjaan.

Istri: Iya, udah lama ya nggak ditonton, kesian si Han Solo. Kamu kapan terakhir nonton?

Suami: Ya pas baru merit ama kamulah, pas ngajarin kamu nonton Starwars. 
--YA ELAH SEGITUNYA AMAT, AMPE KUDU DIAJARIN SEGALA--

Istri: Aku dong bisa kapanpun.

Suami: Iya dasar kamu gak ada kerjaan.

Istri: (-____-) =Muka Gondok=


Maaf ya kalo ada yang ngga ngerti postingan ini. I just wanna make a memorable moment with my hubby by writing it down. Udah ah, mandi dulu. :P


My dearest sisters in law, Mel dan Yul, konon kalian ini saksi hidup ya kalo pak Deri ini Starwars freak? Sama Alien freak juga sih. :D tanya deh ama Mom, waktu Mom sholat di sini aku lagi nonton apaan di deket beliau, yes, Starwars ep.IV (mute mode on), pas ngeliat, beliau sampe terperangah, komennya lupa, tapi kurang lebih mah: "E KAGA SALAH TU PELEM TUA AMAT!" hahahahaha..


Saturday, February 18, 2012

THE COUCH

My mom's couch was really old. It was given by my aunt when she bought a new couch in her house. As time went by, it lost its puffy and since my mom is a cat lover just like me, no wonder lots of cat hair stuck all over it. So sad my mom and dad wasn't able to buy a new one because we prefer using our money for something much more important. Like paying bills for example :D

My mom's very old couch
Then one day my husband told me that he wants to buy my mom a new couch, so she doesn't have to get too much back pain like she did lately. I was so move with his idea, but the idea had to be postponed for a while because we needed to prepare the money (yeah I know, that's more likely a prime problem in this situation).
Finally, after several months, we could make it come true. I went with my dad to the furniture store (my husband couldn't accompany me because he had to work), and we picked one new couch. Got a very good price when I told the lady in the store that I want to buy it for my parents. Thanks mbak!
And this is the couch. This picture was taken from the internet, but it looks the same like the one I bought to my mom. Now she can enjoy watching TV more comfortable on that long side of couch. Hope you're happy and like it, Mom.

My mom's new couch
And she couldn't hide her tears when the couch came to the house. Alhamdulillah, and thanks to my husband! My parents will love you more because of this ;)


Wednesday, July 27, 2011

SARIROTI ROTI SARIROTI..

Ini bukan tentang rekaman suara Nazarudin yang berlatar jingle Sari Roti itu loh.. waktu itu lagi nemu kejadian bikin bete dan menulis kisah ini untuk blog. Tapi karena ditunda-tunda, jadinya belum diposting, ampe sekarang hehe.. 

Jadi gini ceritanya, saya lagi ke Indoma*et deket rumah, beli roti. BTW, saya pecinta roti. Hampir tiap hari sarapan saya adalah roti. Nah, malam itu entah kenapa saya bertemu dengan orang yang lumayan sok tahu dan mulut ini gatel untuk ikutan nyolot, tapi karena saya orangnya sangat tidak peduli dengan lingkungan yang ngebetein, jadi saya cuma nyolot dalam hati dan isi ocehan saya itu cuma saya tulis hahaha.. (maen aman nih ye).

Pelakunya ada 3 orang:
Kasir Indoma*et (KI)
Temen Kasir Yang Sok Tau (TKYST) 
Pecinta Roti (PR) alias saya hehe..

KI: emang Sari Roti yg ini (coklat blueberry) enak ya? 
PR: iya enak, makanya saya beli lagi.
KI cuma senyum aja ke saya, ternyata dia nanya ke temen sebelahnya, kasir juga tapi lagi pencet-pencet komputer di dekat situ.
TKYST: Tauk deh, gue gak pernah suka blackcurrant. 
PR: blueberry kaleee.. *dalem hati doang*
KI: sukanya apa? rasa stroberi ya?
TKYST: gue sukanya rasa srikaya.. tapi kalau masih buah gw gak suka, enakan yg udah jadi selai.

Kwak kwaaaww.. Ni orang udah sok tahu, ngomongnya kekencengan pula. 

PR: SELAI SRIKAYA ITU TERBUAT DARI SANTAN TELUR GULA MAS BUKAN DARI BUAH SRIKAYA * masih dalem hati doang* 
PR: Buruan sih mbak! *tetep dalem hati*

Hei mas-mas Indomar*t berkaca mata berkulit hitam berambut keriting, saya sebel anda mencela roti kesukaan saya. Kalo situ ngga suka, mending diem aja dan mukanya jangan ngebetein gitu dong. 

Friday, March 18, 2011

ISTIGHFAR

Wah lama banget sih ngga ngeblog, hampir setahun, ck ck ck ck.. 

Don't ask me why ya, pokoknya sekarang baru mulai ngeblog lagi, titik. Tapi mau nulis apa ya? Kalo lagi di jalan, atau lagi doing something else, sering terlintas di pikiran, "pengen nulis tentang anu ah di blog.." tapi karena ngga langsung dikerjakan, jadi hilang begitu aja tuh bahan tulisan. Manis bener.


Oiya, akhir-akhir ini karena banyak bencana dan tragedi di dunia ini, jadi makin banyak orang yg saling mengingatkan untuk makin mendekatkan diri pada Tuhan, banyak mohon ampunan padaNya, dan menjauhkan diri dari maksiat. Kalo temen-temen gue sesama muslim ya saling mengingatkan untuk banyak istighfar. Nah, gara-gara itu gue jadi inget satu kejadian. Udah lama sih, bertahun-tahun yg lalu. 


Hari itu gue lagi ngobrol ngalor ngidul sama bos gue. Terus namanya juga lagi ngomongin apa aja ke sana ke mari, jadi pake cerita-cerita kocak juga. Pas giliran gue, gue ceritain ke dia tentang salah satu temen gue. Gini cerita gue ke dia.


"Tau gak bu, ada temen saya tapi saya lupa yg mana, pokoknya kacau banget deh. Dia kan ngomong 'asal' tentang apaaa gitu, saya lupa juga (sebenernya niat cerita gak sih), intinya saya tuh mau ngingetin dia, kalo yg dia katakan itu ngga baek. Jadi saya bilang ke dia, "ya ampun, gak boleh gitu tauu, istighfar.. istighfar.." eeeh, tau gak bu dia ngucap istighfarnya gimana? kalo kita kan 'astaghfirullahaladziim', kalo dia malah nyebut, "istighfaaaarr.." huahahahahaha... goblok banget tu orang.. pasti dulu nilai agamanya anjlok tuh, istighfar aja gak tau!"


Bos gue ngga ketawa, wah.. gue bingung. Kan dia orang Islam juga, pasti ngerti dong kalo itu lucu. Tiba-tiba memori gue seger kembali dan semua menjadi jelaaaass, lalu muncul deh wajah temen gue yg lagi gue ceritain itu di otak gw, dan tahukah saudara-saudara, ternyata orang yg dulu ngomong 'istighfar' itu adalah bos gue sendiri. Dan gue dengan tololnya nyeritain lagi ke dia, huaaaaa.. mana udah gue goblok-goblokin lagi.. 
Astaghfirullahaladziim.. Maaf ya bu.. *waktu itu lupa minta maaf karena gue langsung melipir pergi diem-diem sambil diliatin ama dia*


Thursday, April 29, 2010

INSIDEN DI RUMAH

Ini kejadian beberapa bulan yang lalu, waktu itu kayaknya masih tahun 2009 (yaelah lama amat sih..)  tapi bulannya gue lupa. Oh iya, cerita di bawah ini agak-agak menjijikkan, jadi kalo anda gampang mual terhadap hal-hal yg kotor (dalam arti yg sebenarnya), siap-siap aja ya buat eneg atau minimal merinding jijay. Atau nggak usah dibaca aja ya, dan mohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan ini.

Di suatu hari yg panas, gue kebelet pup. Lah... intronya aja udah berbau WC ya?! Maap lagi deh... Kalo nggak salah gue emang lagi sembelit waktu itu. Dengan terburu-buru, gue masuk WC takut mulesnya keburu hilang. Ya ampun mak, yg namanya sembelit itu emang ngga enak ya. Nggak keluar perut berasa penuh, tapi pas keluar, bujur sakit. (Quit being so detail Syarah!)

Lagi ngeden-ngeden gitu, gue terganggu dengan bunyi kecipak air di bak mandi. Tapi karena keran lagi dinyalain, gue pikir paling-paling bunyi air dari keran. Tapi karena bunyi kecipaknya beda, lagi pula gue belum nyiduk air sama sekali, gue jadi gak konsen. Pas gue nengok, alangkah kagetnya gue... Seekor tikus lagi berenang di situ! Gue langsung menjerit sekuat-kuatnya. Rupanya tuh tikus juga keget denger teriakan gue, akibatnya dia makin cepet berenang ke sana ke mari. Hiiiy... ini aja gue masih merinding ngebayanginnya.

Sambil gemeteran gue berusaha buka pintu kamar mandi. Sekedar informasi, kalo lagi panik pintu kamar mandi yang ngebukanya tinggal ceklek aja susahnya setengah mampus lho sodara-sodara! Napas gue tinggal satu-satu rasanya. Apalagi sambil ngedenger kecipak kecipuk tikus yg juga panik itu, asli gue tambah gemeteran. Takut dia lompat ke punggung gue, tidaaaaaakkk..!

Setelah sukses keluar dengan selamat, gue langsung lari ke ruang tamu dan jojing geli sendirian di sana. Nyokap ampe bingung ngeliat gue jerit-jerit. Gue juga yakin beliau juga bingung anaknya yg biasanya harum mewangi kok kali ini beraroma tok*i. Maklum, setoran di bank belom kelar, dan kertas slip masih berantakan, you know. Huahahahahaha... 

Masalah pertikusan ini memang udah lama terasa mengganggu di lingkungan rumah gue. Selama ini pembasmi yg paling efektif cuma racun tikus. Tapi tikusnya milih mati di sela-sela lemari, di dalam sofa, pokoknya di tempat-tempat yg tersembunyi. Terus kok ya bisa pas banget. Maksud gue, gue kan penghuni yg level kepenakutan terhadap tikus-nya paling tinggi di rumah, gue bisa lompat ke atas kursi atau meja makan kalau melihat tikus melintas dalam jarak 5 meter. Eh,ndilalah gue juga yg memiliki indera penciuman terkuat di rumah. Jadi bayangin deh, betapa tersiksanya gue begitu hidung gue mulai mengendus aroma busuk bangkai tikus sementara orang rumah kebingungan sambil ngomong, "manaa? manaa? kok nggak kecium bau apa-apa..." (mereka ngomongnya sambil nyedot-nyedot udara dengan penuh semangat, sementara gue udah hoek-hoek). Kalau akhirnya bangkainya ketemu, biasanya gue ngungsi keluar rumah atau ngunci diri dalam kamar sampe beres-beres dan bersih-bersihnya kelar. Kalo nggak? Wadooow.. masa gue musti ngelompatin kursi-kursi di rumah buat hilir mudik?? Belom lagi perasaan perut kayak diaduk-aduk dan susah bernapas. Fiuuhh...

Akhirnya diputuskanlah, kita harus piara kucing lagi. Mo minta ke tetangga tapi gengsi, ntar pada tau rumah kita sarang tikus (apa seeh..) hehehe... Sebenernya nggak gitu juga sih. Gara-gara pas ke Bandung, gue ceritain kejadian ini ke mertua gue. Beliau nyaranin, "udaaah, piara kucing ajaaa...!" Terbayang deh ama gue memori jaman masih ada Ucrit dulu. Kudu ngasih makan dan bersihin kotorannya, tapi juga terbayang hangatnya badan kucing kalo lagi tiduran di kaki, manjanya kalo lagi dielus-elus, wajah polosnya kalo lagi diajak main pakai lidi yg dikasih benang dan kain... 

OK! Disepakati kita bawa satu ekor kucing jantan dari Bandung. Di sana kucing bertebaran dan tinggal pilih. Dulunya ada persia dan anggora, tapi sejak anak-anak Linda lahir, demi menjaga 
kebersihan rumah tempat anak-anak balita guling-gulingan, jumlah kucing-kucing itu dikurangi dan lama-lama habis. Ada yg dititipin ke teman, ada yg mati, ada yg hilang. Sekarang yg tersisa tinggal kucing-kucing kampung, yang cuma boleh beredar sebatas dapur. 

Alhamdulillah, sejak ada Tobi, kucing mungil (yang sekarang udah gede) itu di rumah kami, tikus-tikus pun menghilang entah ke mana. Kalopun ada, pasti dikejar sama Tobi dan dijadiin mainan. Biasanya emang nggak sampe mati, karena tikusnya dilepas ke luar begitu udah minta-minta ampun sama dia (ini mah tebakan gue hehe..)

Btw, ternyata oh ternyata, Tobi itu bukan pejantan, tapi betina. Wak-waaaww.. Sekarang dia lagi tekdung dan diperkirakan bulan Juli nanti bakal melahirkan. Gak papa deh, mending ngurus kucing dari pada ngurus tikus.


Nih dia tampang si Tobi, cantik yaaa...

Wednesday, April 28, 2010

DILEMA

Gue pernah cerita tentang satu orang Jepun nyebelin di kantor suami gue, hmmm... guess what, sekarang kata suami gue dia baik banget, banyak ngobrol tentang hal-hal pribadi ama suami gue, dan banyak tukar pikiran. Intinya mereka berdua sekarang lumayan akrab. Sampe makan siang aja suka bareng (kok gue nggak demen ya, kayaknya lebih seru kalo dia nyebelin, hehe..) *penderitaan suami kesenangan istri*

Karena sekarang suami gue ditempatkan di site project, yang ternyata jaraknya lumayan deket dari rumah, jadinya tiap hari suami gue berangkat agak siangan. Biasanya jam 6.30 atau 6.45 udah berangkat dari rumah, sekarang jam 7 atau malah kadang 7.30 baru jalan. Dan coba tebak lagi berangkatnya sama siapa. Yak, anda benar, sama si Jepun itu. Tiap pagi dia jemput suami gue di perapatan deket rumah. Dan tahu nggak, udah beberapa kali dia bilang kalo dia pengen maen ke rumah! Doh... moga-moga nggak kesampean. *parno sendiri*

Kalo dulu gue nulis di postingan gue "moga-moga Jepang itu nggak baca tulisan gue ini" dengan hati yakin dia nggak bakal baca, sekarang gue jadi was-was. Apalagi kata suami gue, dia udah mulai ngerti bahasa Indonesia. 

Syarah sedang dilema. Apa yg harus dilakukan terhadap postingan itu. Hapus, jangan, hapus, jangan, hapus, jangan... *mo ngitung kancing tapi kancingnya cuma 3, jadi males*

BIKIN KUE


Halooo.. lama banget nggak update blog. Tapi mungkin jumlah orang yang baca blog ini juga zero, jadi no problemo juga sih sebenernya kalo nggak update-update hehehe..

Kalo nanya kabar, well, kabar gue banyaaaaak sekali, tapi udah agak-agak telat untuk dishare. Bukan niat mau ngelupain keberadaan blog ini, tapi memang koneksi internet gue agak lelet dan sama sekali nggak mau kalau gue coba login ke bloggerdotcom. Don't know why. Jadi males nulis, males update status di facebook, males ngapa-ngapain yang berhubungan dengan internet. 

Beberapa orang teman nanya kenapa gue ngilang. Tenang, gue nggak ngilang, hihihi... Moga-moga kondisi terisolir ini nggak berlangsung lama. 

Akhir-akhir ini jadi lebih banyak insyaf hehe.. maksudnya banyak melakukan kegiatan ibu rumah tangga. Karena belum punya baby, jadi larinya ke dapur ngoprek-ngoprek resep kue. Mula-mula bikin kue pake tepung instan kayak Pondan or Donan gitu, hasilnya good enough. Dari Sponge Cake Pandan, Sponge Cake Chocolate, Sponge Cake Moca, sampe Bika Ambon. Kalo kata gue sih emang tepung instan kayak gitu emang anti gagal deh (nggak tau deh kalo emang ada yang pernah gagal). Lumayan juga buat teman minum teh sore-sore. 

Terus kemaren nyoba bikin yang nggak instan-instan, tapi tetep (harus) gampang. Ini sih sebenernya permintaan suami. Dia lagi pengen makan Nagasari. Pas baca resepnya, alhamdulillah ternyata gampaaang. Hasilnya? Enak banget kata laki gue, makasih suamiku... Tadinya gue pikir dia cuma nyeneng-nyenengin gue aja, tapi liat adek gue bolak balik nyomot Nagasari (well... yang gue tahu dia nggak gitu doyan ama tuh kue), gue jadi yakin suami gue nggak bohong.

Ayo suami, kamu minta dibikinin apa lagi? *siap-siap bongkar buku resep lagi*

Wednesday, December 2, 2009

THE TWILIGHT SAGA: NEW MOON


Ini bukan movie review ya.. :)

Gue inget tahun lalu Lya my sis in law heboh beli bukunya yang setebal bantal-bantal itu. Trus di tiap toko buku, status facebook, status friendster, blog, obrolan ABG dan non ABG, it's everywhere I go, Tetralogy Twilight itu jor-joran, abis-abisan, nampang dan majang dengan pede-nya. "Maaf ya, I don't even think about staying close to your book stack", kata gue waktu itu pada Stephenie Meyer dalam imajinasi gue.

But akhirnya gue nyerah juga waktu film New Moon dirilis di bioskop-bioskop. Karena belum pernah nonton Twilight, baca bukunya juga baru 3/4, jadi malem sebelumnya gue bela-belain nonton DVD-nya biar bisa rada-rada nyambung pas nonton New Moon. Eh eh, kok seru juga yaaa...

Edward Cullen ngga seganteng yang gue bayangin ah. Ternyata gue lebih suka ngeliat dia pas nggak jadi Edward Cullen. Abis pucet kayak orang kurang darah gitu, tapi bibirnya kayak pake Oriflame Dolce Vita yang Mistery Brown hehehe... Gue malah lebih suka sama pucetnya dia pas nggak bedakan dan lipstikan di Volturi (yang mau berjemur buat bunuh diri itu loooh.. yg celananya melorot dikit hihihi..). Pokoknya cakepan aslinya.

Liat deh, pucet dan berlipstik?

Now look at this, cakepan aslinya kan? Gak usahlah pake mata kuning-kuning gitu. Mata asli lo lebih keren, Rob.

Udah ah, intinya gue nggak nyesel nonton ni film. Dan sekarang (sekali lagi menyerah untuk) serius baca bukunya. Udah buku kedua neeh..!! 

Tambahan nih: Gue suka karakter Kristen Stewart. Suaranya ngebas, dan nggak menye-menye. Dulu waktu dia maen Panic Room, gue kira dia cowok. Trus Taylor Lautner si pemeran Jacob Black kok mirip-mirip si kembar Marcel dan Mischa Chandrawinata ya? hehehe.. 

And this, what a fresh blushing real face he got, hmmm..

Sumpe. Robertpattinsonkurangajargantengbanget.

2012


Been waiting for and finally I could see this breathtaking movie with my hubbie. Tadinya suami gue udah gak mau aja pas baca resensinya. "Ah, kirain film kiamat beneran.. Ogah ah, jadi males pas tau ada sekelompok manusia yang bisa selamat dan ngalahin kiamat." 

Huahahahaha... ada-ada aja. What do you expect from a Hollywood movie honey? It has to be so Hollywood of course. Ketika ledakan-ledakan vulkanik nggak bisa ngejar mobil Jackson Curtis (John Cusack), tapi bisa dengan cepat mengejar laju kecepatan pesawat, siapa yang bisa protes? Ketika pesawat Antonov yang gedenya ajegile itu rodanya copot saat lepas landas, tapi pilotnya tetep punya rencana isi bahan bakar sambil mampir di Hawaii, ya udaah, lupakan aja pertanyaan logika bagaimana pesawat raksasa itu masih bakal bisa mendarat dengan mulus di landasannya. Untung Hawaii-nya udah ancur juga, jadi tuh supir pesawat nan ganteng bisa ngeles ngomong, "yaaah.. Hawaii udah gak adaaa.."

Adegan dalam pesawat Antonov.

And this is the goof we really laugh at a lot. 

When Jackson shows his driver's license in Yellowstone Park, his name appears on the card as "Jackson, Curtis." It should be either "Curtis, Jackson" (Last name, First name) or be written without the comma. Hahahahahahaha...

Yaaah, namanya juga film. Yuk nikmatin aja. Katanya bakal ditarik dari peredaran. Tapi ternyata nggak tuh. Pasti seneng banget dah jaringan bioskop XXI sebagai distributornya. Film di bioskopnya laris manis tanjung kimpul. Yang beli karcis ampe berbelok-belok antriannya.

But still, we looove John Cusack. Heran, gak tua-tua itu orang. Eh salah, makin estewe makin keren aja tuh orang. Salah satu alasan akhirnya suami gue mau nonton juga akhirnya ya, karena yang maen si Mr. Cusack, hehehe.. plus ada Danny Glover segala.. Gue ama suami aja ampe bela-belain dateng ke mal sebelum mal buka, Sabtu 21 Nopember 2009 kemarin. Ngantri di bioskopnya sebelum bioskop buka. Dan dengan sukses dapet pemutaran paling 'pagi' jadi nggak usah nunggu waktu pemutaran di jam berikutnya. 

Yang mau cari hiburan, nonton deh. Yang mau bayangin kiamat nanti kayak gimana, (walaupun gue yakin di dunia ini nggak ada yang bisa menggambarkan hari kiamat dengan tepat) nonton deh. Yang jantungnya lemah, hmm.. jangan deh. Mending nonton film yang nggak memacu adrenalin, kayak Arthur atau Christmas Carol.

Next movie I watch: The Twilight Saga: New Moon.

 

Thursday, September 10, 2009

CERITA RAMADHAN KALI INI

Gue seneng banget. Padahal tadinya sempet sedih. Tapi sekarang udah seneng kok. Hahahaha.. udah kayak abegeh aja gue nulisnya. Gak jelas gini.

Jadi ceritanya gini.. Ini ada kaitannya ama bulan puasa dan Ramadhan yang sedang kita jalani ini.

Bokap gue kan kerja di Sulawesi Utara. Beliau pulang ke Jakarta bener-bener tergantung kondisi kerjaannya.. Jadi nggak bisa tuh asal ninggal-ninggalin kerjaan semaunya dia. Biasanya pulang ke Jakarta karena emang ada urusan kantor yang kudu dikerjain di Jakarta.

Gue inget waktu gue mau nikah 3 tahun yang lalu, sehari sebelum akad. Bokap ditelepon ama someone, gue ga tau itu bosnya apa bawahannya.. Pokoknya intinya orang itu minta bokap ngurus kerjaan besok. Gilaaa.. gue mo nikah bokap gue disuruh balik ke sono?? Mo cari berantem ni orang..

Isi obrolannya ketauan soale gue emang pas lagi duduk deket bokap dan itu orang suaranya agak-agak baru nelen batre kayaknya, kenceng banget, ampe kedengeran ama gue.

"Besok bisa tolong kembali ke Sulawesi pak! Ada yang harus diurus!"

Tau gak, ternyata yang pengen ngajakin tu orang berantem bukan cuma gue, hehehe.. bokap gue juga kesel banget! Iyalaaaah... udah jelas-jelas ijin ke Jakarta karena akan melangsungkan hajatan nikahin anak ceweknya semata wayang yang jelita bukan buatan ini, lah.. berani amat tu orang mengganggu moment sakral tersebut??

Bokap langsung nyolot, "kamu ngomong pake otak nggak? saya ke sini ngajuin ijin jauh-jauh hari supaya nggak terganggu.. anak saya mau nikah.. kok enak banget nyuruh saya balik begitu aja?"

Hehehe.. tu orang kedengeran ngomong, "Ooo.. nggak bisa ya pak?" tapi suaranya udah gak setegas tadi.

Alhamdulillah besoknya pernikahan gue lancar, nggak ada tuh telpon-telpon mengganggu buat bokap gue. Mungkin tu orang gak berani nelpon bokap gue lagi hahaha..

Waduh, kok ngelanturnya jauh ya..

Nah berkaitan dengan kondisi bokap gue yang seperti itu, kita di Jakarta sempet sedih kemarin ini.

Bokap gue telpon, katanya lebaran kali ini nggak bisa pulang. Terpaksa berlebaran nun jauh di kampung orang! Gue kesian liat nyokap gue, beliau langsung keliatan lemes, sedih, ah.. pokoknya kuyu abislah.. soalnya bisa dibilang, bokap gue nggak pernah sekalipun melewatkan lebaran di luar kota. Selalu pulang.

Nyokap ampe bilang, "Ta, Mama nggak semangat deh lebaran kali ini.. abis Papa Rock and Roll.."

Hehehe.. itu mah versi gue, nyokap gue ngomongnya, ".. abis Papa nggak pulang sih.."

Sediiiih banget liatnya..

Pas tanggal 8 September, nyokap gue nelpon gue ke kamar (nyokap males teriak-teriak manggil gue, jadi dia lebih suka nelpon ke HP). 

"Taa.. Papa udah di jalaaaan.. buruan beli apaan kek buat buka, cepeeeeettt.."

Whuaaaaattt??? Bokap gue dateng! Yippieee... 

Tapi ya panik juga, gue ampe ngepot-ngepot jalan nyari bukaan, maklum.. hari itu tumben-tumbennya kita ngga bikin apa-apa buat buka.. Padahal kemaren-kemaren, sekalinya buka puasa, ada kolak, es klapa, martabak, bakwan, cincau, rakus akut dah pokoknya!

Jadi gue beli martabak aja deket rumah.. hehe.. itu juga udah mepet ama waktu berbuka. Yaaa gitu deh bokap gue kelakuannya.. suka bikin surprise. Rencananya sih insya Allah beliau ampe selesai lebaran di sini. Alhamdulillah.. nyokap gue udah ceria lagi mukanya.

Tapi tetep pas gue tanyain, "Ma, kita bikin kue apa nih buat lebaran?" Kan ceritanya udah semangat lagi nih nyambut lebaran.

"Mmm.. beli aja deh ama Mamah Bandung (mertua gue), Mama males nih.." 

Huahahahaha..

Oiya, yang mau mesen kue lebaran ala hotel bintang 5, silakan kontak gue yaa.. Ntar gue kasi list kue-kuenya. Mertua gue jago banget bikin kue kering yang rasanya nggak bakal bisa ditemuin di tempat lain.. Beneeeerrr.. Harganya emang 'agak' seriusan, tapi 'taste'-nya jauuuuuh... lebih serius. Pesanan ditunggu paling lambat H-10.

Tepat tanggal 9 September 2009 kemarin, ortu gue memasuki usia 36 tahun perkawinan mereka. Semoga makin akur (emang ngga pernah berantem sih..), saling sayang, dan bahagia selalu. Kita ngerayain dengan makan mujair goreng, hehe.. Kebetulan nggak ada yang inget dan hari itu lauknya mujair goreng, jadi ya anggep aja lagi ngerayain.

Gue bilang, "hey.. selamat ulang tahun ya buat kalian berdua!"sambil megang kepala mujair, karena baru ingetnya pas lagi makan malam. 

Ortu gue liat-liatan sambil bingung. "Siapa yang ulang tahun?"

"Ini kan tanggal 9 September!" kata gue.

"Trus kenapa?" tanya bokap.

Gubraks..

Happy Anniversary anyway. I love you both.

OK! That's all for now.

Tuesday, August 25, 2009

MAFIA CILIK HAHAHA..

Ponakan gue Amadea (1 tahun 2 bulan), udah mulai gak bisa diem ke sana ke mari.. Mukanya lucu, imut, dan tatapannya innocent banget! Suatu hari, suami gue ngomong gini ke gue, "kalo diperhatiin, Dea tuh mukanya kayak Marlon Brando pas maen film Godfather.."

Setelah gue perhatiin, iya juga sih.. hehehe.. abis bibir bawahnya suka dimaju-majuin gitu (bahasa sundanya cameh), padahal aslinya mah mulutnya nggak cameh.

Ini muka aslinya Dea, tampak samping. Yang madep sini si Delin, kakaknya.

Lucu yaaa.. 

Kalo udah bengong, mulai deh bibirnya maju..

makin banyak yang dipikirin, makin maju..

Jadi mirip Don Vito Corleone hehe..

Friday, July 31, 2009

I LOOOOVE THESE PICS

Bandung's family has never failed to please me..



Linda dan Dea


Delin


Dea

A mother and her princesses


Dea


Kang Aul dan Delin



Delin : huaaaaaaaaa.... (jatuh dan luka di jidat)
Linda : ayooo diobatin dulu pake betadine (ngambil betadine, lalu mengoleskan pelan-pelan ke luka)

Delin : huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... huaaaaaaaaaaaaaaa..... mo pulutiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.... (mau fruity)
Linda : (dalam hati) perasaan gak ada yang nawarin deh..

Gue ngakak.
Delin : uwa aneh.. (sambil ngeliatin gue, lalu.... nangis lagi!) huaaaaaaaaaaa.... pulutiiiiiiiiiiii...
!!
Gue tambah ngakak.

kalo ini foto waktu sirik-sirikan sama Dea, adiknya.

Thursday, July 16, 2009

SINGKATAN-SINGKATAN ITU...


Sebenernya judulnya kurang tepat sih, soalnya yang bakal gue bahas bukan cuma singkatan doang, tapi macem-macem. Emang nggak kreatif aja bikin judul hehe..

Ada banyak orang yang terganggu sama tulisan ABG jaman sekarang, bikin sakit mata, pegel kepala (tebalik yah?) gara-gara nggak jelas nulis pake huruf besar campur kecil, campur angka, dan ejaan yang asal-asalan.

Sejak jaman friendster sampe facebook, nggak nyadar-nyadar juga tuh abegeh. Pengen rasanya gue edit satu-satu tapi gimana caranya ya hehe.. Lagian kalo bisa juga, ngapain amat! Ntar yang ada bukan pegel mata doang tapi pegel jari, pegel leher, bahkan pegel hati karena tiap hari muncul abegeh baru yang sok heboh dengan tulisan alien-nya itu. Yang lebih bikin pegel hati, pemakai huruf tabrak-tubruk-asal itu bukan cuma abegeh akhir-akhir ini.

Nih ya, ABG itu kan umurnya antara 13-17 tahun, yah mentok-mentok 19 tahunlah..  Ini orang udah di atas 20 masih belagak nulis:

9w g4G mW Tw 4l3zaN luW so4Ln4 hat! 9W uDh tL4jR 5Aq!dH..

Gue nyoba nulis segitu aja udah capek, gede kecilin huruf, masukin angka, selipin tanda seru ga penting, trus ada yang salah dihapus lagi, ganti lagi, iihh capee.. Sayang banget otak yang berharga cuma dipake buat mikirin cara nulis gituan. 

Nah ada lagi nih unek-unek yang nyempil di hati gue, ini sesuai ama judul. SINGKATAN.

Orang sekarang nggak kira-kira menyingkat kata. Awalnya sih pasti gara-gara sms. Butuh nulis banyak di space kecil bikin orang makin kreatif nyingkat-nyingkat bahkan merubah kata. Sampai yang nggak pantes pun ditulis, contoh: 

Assalamu'alaikum = Ass

Allah = owlo, allah

Insya Allah = I.A.

Plis deh! Kan nggak rugi juga kalo untuk hal yang berbau agama nggak usah disingkat-singkat atau huruf yang harusnya ditulis gede jadi dikecilin. What makes you so busy to change it? 

Makanya kadang kalo ada sms masuk atau komen di fesbuk yang agak-agak nyebelin kayak di atas, gue suka males balesnya. Mau dijelasin, yang ada gue keliatan rese. Serba salah. Jadi ditulis di sini ajalah.. blog gue sendiri, tempat gue curhat dan ngomel-ngomel, juga becanda dan ketawa-ketawa... :)

Ini yang versi lucunya. Ipar gue Linda, selalu menyingkat hampr setiap kata dalam sms. 

Gue kirim sms ke Linda --> Lin, lagi pada ngapain?

Linda bales --> D & D udh tdr, mam br mo skt gigi, pap lg ntn, kd blm plg.

Suami gue pas mau tidur nanya, "tadi smsan gak ke bandung?"

Gue, "iya, kesian mam lagi mau sakit gigi."

Suami gue heran. Gue juga heran. Konfirmasi ke bandung. 

Kirim sms ke Linda --> Mam baru mau apa udah sakit gigi? (bingung sendiri ama pertanyaan gue)

Linda bales --> Mam tadi mau SIKAT GIGI.

Huahahahahahahaha... Makanya yuuk, kita nulis pake singkatan yang bener. Daripada kudu sms 2 kali cuma buat ngejelasin hal yang sepele. Ntar ah, gue mo ketawa lagi. Hahahahahahhaa...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...